Dukung Program Kementan, BBPP Ketindan Tanam Jeruk Bersama

Walaupun masih pandemic Covid-19, tetapi aktivitas dan kegiatan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan terus berjalan seperti biasa. Dan meskipun aturan work from office (WFO) dan work from home (WFH) terus berjalan serta kewajiban protokol kesehatan terus dijalankan tidak menghambat rutinitas bekerja seperti biasa. Senin, 26/10/2020 sebagian besar pegawai BBPP Ketindan melaksanakan kegiatan tanam jeruk bersama dilahan praktek dan dipimpin langsung oleh Kepala BBPP Ketindan, Sumardi Noor.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan upaya membangun ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Semua sektor harus mengambil peran. Pemerintah, peneliti, praktisi, pakar pertanian, insan pertanian, penyuluh dan petani harus bersinergi.

“Kita harus memastikan bahwa pertanian tidak boleh terhenti didalam memenuhi kebutuhan pangan 267 juta jiwa penduduk di Indonesia. Bekerjalah dengan semangat mewujudkan kemandirian pangan, saatnya kita menjadi pahlawan bagi bangsa Indonesia” tutur SYL.

Sebanyak 150 benih jeruk siap tanam dan bebas penyakit ini adalah bantuan atau pemberian dari Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Batu. Atas bantuan ini, Kepala BBPP Ketindan meminta kepada petugas lahan praktek untuk menyiapkan lahan siap tanam. Hal ini sebagai bentuk dukungan gerakan mendorong produksi, daya saing, ramah lingkungan hortikultura atau yang disebut dengan Gedor Horti sebagai program strategi Kementerian Pertanian.

“BBPP Ketindan selalu siap mendukung program Kementerian Pertanian. Seperti penanaman jeruk ini, juga sebagai dukungan program Gedor Horti sebagai program strategis Ditjen Hortikultura,” ujar Sumardi Noor.

“Kedepan dengan budidaya jeruk ini, setiap masyarakat atau mahasiswa dan siswa praktek kerja lapangan bisa belajar dari mulai budidaya hingga pasca panen,” lanjut Sumardi.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia terus mendorong agar pertanian tidak boleh berhenti, semua aspek harus terus dioptimalkan baik itu sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Pembangunan pertanian harus berjalan hingga ditingkat desa dan kecamatan.

Baca Juga :   Petani Sumenep Dulang Emas Dengan Budidaya Cabai Jawa

Hal ini seperti ditegaskan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, yang mengatakan meskipun di tengah pandemi Covid-19 sektor pertanian tidak berhenti. “Titik pengungkit program utama Kementan adalah sumber daya manusia (SDM),” ujar Dedi.

Dedi Nursyamsi juga mengatakan bahwa tugas Badan PPSDMP adalah menyediakan sumber daya manusia  yang unggul inovatif, kreatif, produktif serta berjiwa enterpreneur. Tiga pilar utama penopang BPPSDMP adalah Pusat Pelatihan Pertanian, Pusat Penyuluhan Pertanian dan Pusat Pendidikan dimana masing-masing pilar tersebut mempunyai widyaiswara, dosen dan penyuluh yang masing-masing komposisi tersebut harus kuat, tangguh, dan tahan banting menghadapi situasi apapun, termasuk situasi pademi Covid 19 yang sampai saat ini masih tinggi angkan positifnya. YENI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *