Gubernur Jatim Cicipi Mangga Garifta Situbondo Disela Acara Penyerahan Bantuan Pemulihan Ekonomi

Pada Minggu 25/10/2020, Pemerintah Kabupaten Situbondo melaksanakan kegiatan “GOWES BARENG IBU GUBERNUR JAWA TIMUR” yang dilaksanakan dijalan utama Situbondo. Berbagai kegiatan dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Situbondo, salah satunya penyerahan bantuan dalam rangka pemulihan ekonomi yaitu  130 ribu bibit kopi, bantuan jaringan irigasi  yang diserahkan kepada 3 kelompok tani.

Dalam rangka pemulihan ekonomi, berbagai stimulus telah diberikan baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi, berupa BLT, BNPT, Bantuan Subsidi Upah hingga Banpres-PUM yang diberikan pada usaha mikro. Dan bukan itu saja, stimulus perbankan diberikan seperti kemudahan pengajuan kredit dan relakdasi kredit. Dimana semua bantuan ini bertujuan untuk membantu dan mengurangi beban dampak Covid-19 bagi masyarakat yang terdampak.

“Kami berharap semua ini bisa menjadi komplementer dari seluruh layanan sosial ekonomi kita. Yang tentu harapannya adalah bisa meringankan beban masyarakat ditengah pandemic Covid-19 yang belum berakhir,” ujar Khofifah dihadapan seluruh hadirin yang menyaksikan sambutannya.

Pada kesempatan yang sama, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Situbondo menyajikan produk unggulan yang saat ini lagi naik daun, yaitu olahan shorgum diantaranya beras shorgum dan tepung shorgum. Sedangkan untuk produk hortikultura memamerkan aneka buah mangga yaitu Gadung dan Garifta.

“Mangga Garifta yang diperoleh dari Balai Penelitian Buah Topika Kabupaten Pasuruan sangat cocok dibudidayakan di Kabupaten Situbondo, warna merah lebih mencolok dan rasa lebih manis, hal ini dikarenakan Kabupaten Situbondo memiliki Bulan kering lebih banyak daripada bulan basah sehingga sangat cocok untuk melakukan budidaya tanaman hortikultura, “kata Sentot Sugiyono, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Situbondo kepada Gubernur Jatim dan Bupati Lumajang, sembari mengajak mencicipi rasa buah manga Garifta.

Baca Juga :   Hadapi PMK, SMKPPN Kementan Dampingi Vaksinasi Booster PMK di Banyuasin Sumsel

Salah satu program utama Kementerian Pertanian adalah mendorong gerakan produksi, daya saing dan ramah lingkungan hortikultura atau dikenal dengan Gedor Horti. Hal ini tentunya dibuktikan juga oleh Kabupaten Situbondo ketika produksi hasil pertanian naik sudah barang tentu pendapatan atau kesejahteraan petani akan meningkat.

“Kita harus memastikan ketersediaan pangan di seluruh tanah air, baik ketersediaan pangan di seluruh tanah air, baik ketersediaan barang pangan maupun ketersediaan akses untuk mendapatkannya. Penyuluh wajib mendampingi petani untuk menggenjot produksi, sama-sama turun ke lapangan, sama-sama tanam, olah tanah, panen, mengolah hasil panen, mendistribusikan hasil panen, sehingga petani mendapat penghasilan yang layak,” tegas Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi juga selalu meminta kepada penyuluh dan petani untuk terus gencarkan produksi, karena pangan adalah masalah yang sangat utama.

“Masalah pangan adalah masalah hidup matinya suatu bangsa. Setelah panen lakukan kembali olah tanah dan tanam. Musim kemarau bukan menjadi suatu masalah. Genjot produksi bahan pangan lokal,” ujar Dedi. DESI/YNI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *