Indonesia Premium Coffee Forum & Expo 2022, Memperluas Sasaran Kopi Nasional ke Pasar Global

Jakarta – Kemenko Perekonomian didukung Kementerian Perindustrian kembali menggelar Indonesia Premium Coffee Forum & Expo 2022, yang berlangsung 24-26 Juni di Lapangan Banteng, Jakarta bertema “Meretas Cita Rasa Indonesia”.

Hadir pada acara tersebut Dewan Kopi Indonesia (DEKOPI), Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), dan Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI). Serta mengundang beberapa Ambassador dari berbagai negara yang berada di Jakarta.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis, Kemenko Perekonomian, Musdhalifah Machmud mengatakan, Pandemi Covid–19 secara nyata telah meluluhlantakan sendi–sendi perekonomian dan menjadi perhatian pemerintah untuk mengembalikan tumbuhnya aktivitas perekonomian dalam kondisi ketahanan ekonomi nasional yang ideal.

Tupoksi Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko
Perekonomian, menuntut terobosan untuk membangun usaha ekonomi masyarakat yang kuat. Hal ini menurutnya sejalan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional yang diselenggarakan Pemerintah Pusat dalam rangka pengendalian ekonomi dari dampak pandemi ini.

“Beranjak dari pemikiran dan memperhatikan latar belakang serta peran yang cukup penting dan menjanjikan dalam perekonomian nasional, kami menginisiasi pameran
dan forum ekonomi, guna mendorong kinerja sekaligus kolaborasi solid pemangku industri kopi nasional,” ujar Musdhalifah. (24/6)

Menurut Musdhalifah, tujuan utama kegiatan ini adalah mengemukakan komoditas kopi, dibangun sebagai perluasan informasi peta komoditas kopi dengan varietas unik kawasan tropis yang tidak dimiliki negara lain, sebagai stimulator pertumbuhan ekonomi.

“Untuk kepentingan itu, kami merencanakan untuk memperluas sasaran kopi nasional menyasar pasar global dengan menjadikan pertemuan G-20 di Bali dan konferensi perubahan iklim COP-27 di Mesir 2022 sebagai rangkaian kegiatan. Hal ini untuk memberikan manfaat besar sebagai rantai nilai dan strategi pemasaran guna memperkuat “Trading Mark” sekaligus peningkatan penjualan ekspor kopi nasional ke manca negara,” tegas Musdhalifah. Humas Ditjenbun

Baca Juga :   Hadapi Tantangan Perubahan Iklim, Kementan dan DPR RI Dorong Petani Terapkan Smart Farming

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *