Kunjungi Lokasi Usaha DPM Kementan, Siswa SMKPP Persiapkan Diri Jadi Pengusaha Peternakan

LAMPUNG – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan bahwa kedepan pembangunan pertanian akan diteruskan oleh generasi muda, petani-petani muda yang memiliki kompetensi jauh lebih baik, bahkan dengan memiliki keterampilan tentang Ilmu Teknologi yang juga lebih baik.

“Pertanian Indonesia akan jauh lebih baik jika pendidikan vokasi kita dapat menumbuhkan lulusan yang berjiwa Agrosociopreneur, dibekali dengan teknologi yang terbarukan, serta pengetahuan yang jauh lebih baik”, tegas SYL.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa lulusan SMK PP harus bisa menjadi penggerak atau bahkan mampu memberikan peluang usaha ekonomi dengan membuka lapangan usaha khususnya di bidang pertanian.

‚ÄúLulusan yang menjadi Agrosociopreneur harus mampu menjadi motor penggerak di sektor pertanian. Memiliki mental yang tangguh dalam membangun kelembagaan dan jaringan usaha, sehingga punya daya saing dan responsif terhadap perubahan lingkungan” ujar Dedi.

Salah seorang Duta Petani Milenial (DPM) asal Lampung, Winarko mendirikan usaha Telaga Rizky sejak tahun 2017, Winarko selaku penggerak peternakan di Kota Metro Lampung, produksi susu kambing di Telaga Rizky bisa mencapai 3 liter/ekor/hari, dengan produksi yang melimpah muncullah ide inovasi susu kambing bubuk dan susu kambing aneka rasa.

Susu kambing dipercaya memiliki khasiat untuk obat dan menambah stamina tubuh.
“Untuk memulai usaha tidak memerlukan modal yang besar namun harus memiliki kemauan, kemampuan untuk menganalisa usaha serta ketekunan” Ujar Winarko.

Sebagai salah satu penyelenggara Pendidikan Vokasi Pertanian, SMK PP Negeri Sembawa lakukan kunjungan industri kambing perah di Metro Lampung milik Winarko.

Kepala SMKPPN Sembawa Yudi Astoni menyampaikan bahwa kegiatan kunjungan industri di DPM Telaga Rizky Lampung ini diikuti oleh siswa program studi Agribisnis Ternak Unggas di ikuti sebanyak 29 Siswa dan 4 guru pendamping untuk menambah pengetahuan tentang kambing perah.

Baca Juga :   Hindari Penyelewengan, Mentan Perintahkan Jajarannya Kawal Pengelolaan Pupuk Bersubsidi

“Budidaya kambing perah memberikan peluang siswa dalam menjadi Agrosociopreneur yang sukses. Kompetensi yang didapatkan dalam kegiatan kunjungan industri ini adalah manajemen pemeliharaan, manajemen pakan, manajemen kesehatan, pengolahan susu dan analisa usaha,” tambah Yudi.

Siswa terlihat sangat antusias ketika menyimak materi dan dilapangan, tak sungkan siswa aktif bertanya mengenai beberapa hal terkait budidaya dan manajemen kambing perah
Setelah melakukan kegiatan kunjungan industri diharapkan nantinya siswa bisa memiliki jiwa Agrosociopreneur serta dapat belajar bagaimana menjadi Agrosociopreneur. SMKPP Negeri Sembawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *