Jadi Sumber Belajar, SMKPPN Kementan disambangi Siswa SMP Banyuasin dalam P5

BANYUASIN – Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan salah satu bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka. Projek penguatan profil pelajar pancasila, salah satu pembelajaran lintas disiplin ilmu untuk mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitarnya.

Kementerian Pertanian turut mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menyatakan yakin dengan pendidikan vokasi akan hadir para petani milenial yang berkualitas.

“Dengan pendidikan vokasi, kami berharap hadir petani milenial yang mampu memberikan inovasi dalam pertanian. Karena bagaimanapun, masa depan pertanian ada di generasi milenial,” katanya.

Sedangkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa guna mendukung pembangunan pertanian maju, mandiri dan modern, perlu dilakukan penyiapan, pencetakan SDM pertanian unggulan.

Hal ini dijawab oleh SMKPPN Sembawa yang selalu siap sedia menjadi sumber belajar khususnya bidang pertanian, dimana Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian SMK PP Negeri Sembawa disambangi langsung oleh SMP Negeri 2 Banyuasin III Implimentasi P5.

Sebanyak 62 orang yang berasal dari guru dan siswa SMP Negeri 2 Banyuasin III mengimplementasi P5 melalui pembelajaran praktik yang dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian, SMK PP Negeri Sembawa.

Mewakili Kepala SMK PP Sembawa, Ketua Program Studi Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian(APHP), Erni Prabawati menyatakan serta menyambut baik kedatangan siswa-siswi dari SMP Negeri 2 Banyuasin III untuk sharing atau berbagi ilmu mengenai pengolahan pertanian baik itu dari serai wangi maupun pemanfaatan buah menjadi makanan yang memiliki nilai ekonomis. Serta ucapan terima kasih telah memilih SMKPPN Sembawa sebagai sumber belajar.

Dalam kegiatan praktik ini terdapat sebanyak 40 siswa-siswi yang bagi kedalam 4 kelompok dengan diberikan kompetensi yang berbeda-beda. Untuk kelompok I dan III diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan limbah air hydrosol menjadi sabun dan superpel. Untuk kelompok II pemanfaatan minyak sereh wangi untuk menjadi bahan aromatherapi dalam pembuatan lilin serta kelompok IV yakni pemanfaatan daging buah naga menjadi ice cream.

Baca Juga :   Gelar MAF, Kementan Sampaikan Pentingnya Sinergi Vokasi Pertanian dengan Iduka

Siswa-siswi SMP Negeri 2 Banyuasin III sangat antusias dan senang karena mereka bisa langsung praktik dalam pembuatan sabun, lilin, superpel dan ice cream. Sebagian siswa membuat sesuai kreasi mereka.  Tentunya dengan hasil sangat memuaskan. Siswa tak hanya kegiatan praktik pembuatannya saja melainkan diberikan pemahaman mengenai penjelasan kandungan bahan-bahan yang digunakan serta prosedur kerjanya.

Elisa Estarini selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Banyuasin III mengatakan bahwa senang bisa ikut serta melihat langsung proses pemanfaatan limbah air hydrosol sereh wangi serta minyak sereh wangi dan buah naga yang tentunya jika diaplikasikan tentunya memiliki nilai tambah.

Sabun sereh wangi, lilin aromatherapy, superpel ini akan kami tampilkan dalam pameran pada kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) nantinya. “ujarnya. SMKPP Negeri Sembawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *