Bersama DPR RI, Kementan Maksimalkan Peran Kelompok Wanita Tani

BANYUASIN – Konsep berkebun di daerah perkotaan dengan lahan yang terbatas saat ini tengah gencar di gaungkan oleh Pemerintah. Dimana masyarakat diharapkan tetap produktif meski memiliki keterbatasan lahan pertanian dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah.

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Unit Pelaksana Teknis, SMK Pertanian Pembangunan Negeri (SMKPPN) Sembawa mengadakan bimbingan teknis (Bimtek) aspirasi anggota Komisi IV DPR RI Riezky Aprilia.

Bimtek kali ini mengusung tema pemanfaatan lahan perkarangan sebagai sumber pangan keluarga bertempat di Kelompok Wanita Tani (KWT) Pinang Merah Kecamatan Sembawa dan KWT Putri Siaga Kecamatan Air Kumbang, Banyuasin (21/02).

Bimtek ini menjawab arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo yang menekankan upaya meningkatkan pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga. Kegiatan P2L, salah satu strategi menjaga ketahanan pangan.

“Dalam kondisi krisis, pertanian menjadi jawaban untuk bisa survive. Tidak perlu lahan besar, kita manfaatkan lahan di pekarangan kita. Jadi di pekarangan ini semua orang bisa bertani,” ujar Mentan Syahrul.

Untuk itu, Menteri Pertanian meminta kepada jajarannya di seluruh Indonesia untuk mendorong dan sosialisasi P2L sebagai sumber pangan keluarga bagi ketahanan pangan keluarga hingga ketahanan pangan nasional.

Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi bahwa
“Program P2L selain menghasilkan bahan pangan juga membuat lingkungan sehat, indah dan nyaman. ujar Dedi.

Bimtek ini dihadiri oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura (TPH) Kabupaten Banyuasin Syarif, Anggota Komisi IV DPR RI Riezky Aprilia hadir secara Virtual dan menyapa serta memberikan arahan di dua titik lokasi bimtek yang terdiri dari 60 peserta KWT Pinang Merah dan 60 peserta KWT Putri Siaga.

Baca Juga :   Wujudkan Swasembada Pangan, Kementan Akselerasi UPSUS di Kaltara

Riezky mengharapkan KWT bisa fokus pada satu tanaman dan bisa dikembangkan, dan KWT sudah bisa menentukan target hasil dari komoditas yang ditanam di perkarangan rumahnya.

“Pemanfaatan lahan perkarangan juga diharapkan mencapai ketahanan pangan di wilayah terkecil seperti rukun tetangga dan rukun warga. Hal ini menunjukkan peran wanita dalam hal KWT memberikan kontribusi yang besar untuk keluarga.” Ujar Riezky

Kepala SMKPPN Sembawa Yudi Astoni yang diwakili oleh Mattobi’i menyampaikan bahwa perkarangan bisa dimanfaatkan untuk komoditi yang seragam sehingga bisa berskala ekonomi misalnya di Kecamatan Sembawa dengan tanaman jambu kristal, selain itu KWT diminta memanfaatkan biopori selain dapat membantu memberikan nutrisi kepada tanaman juga dapat membantu kebutuhan air untuk tanaman pada musim kering.

Hadir sebagai narasumber dalam bimtek ini Ketua KTNA Kabupaten Banyuasin Sukardi yang menyampaikan materi tentang arah kebijakan pertanian di Banyuasin dan mendukung program petani bangkit.Narasumber dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Budi Raharjo dan Yanter Hutapea memberikan materi tentang pemanfaatan lahan perkarangan dengan panaman budidaya sayuran dan toga serta materi teknologi pembuatan pupuk organik. SMKPP Negeri Sembawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *