BPPSDMP Gelar Pelatihan Vokasi Budidaya Padi untuk Tingkatkan SDM Penyuluh Manokwari Selatan

Manokwari Selatan – Peningkatkan produktivitas dan produksi padi harus terus dilakukan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani serta menjamin ketahanan pangan khususnya di daerah timur Indonesia. Dalam upaya pengembangan daerah timur Indonesia tersebut diperlukan penggunaan varietas unggul padi yang berpotensi hasil tinggi dan semakin membaiknya mutu usahatani seperti pengolahan tanah, pemupukan dan cara tanam sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas padi di daerah tersebut.

Untuk  meningkatkan kemampuan SDM pertanian dalam upaya pengembangan padi di wilayah timur, salah satu upaya yang dapat ditempuh adalah dengan peningkatan kompetensi penyuluh pertanian dan para pelaku pertanian dalam penguasaan dan penyampaian informasi teknologi atau alih teknologi kepada petani khususnya tentang budidaya padi, maka Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya menyelenggaraan pelatihan teknis vokasi budidaya padi di Kabupaten Manokwari Selatan.

BBPP Ketindan melaksanakan pelatihan vokasi budidaya padi di Kabupaten Manokwari Selatan Provinsi Papua Barat, tepatnya di Balai Kampung Sindang Jaya Distrik Oransbari Kabupaten Manokwari Selatan pada tanggal 13-15 Maret 2023. Dengan peserta berjumlah 30 orang dari unsur aparatur khususnya penyuluh pertanian daerah pengembangan padi di kabupaten Manokwari Selatan.

Menurut Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo atau yang akrab dipanggil SYL, mengungkapkan bahwa penanaman padi di wilayah Papua merupakan upaya bersama dalam meningkatkan akselerasi pertanian Indonesia. Khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional sebagai upaya mengantisipasi ancaman krisis global.

SYL menjelaskan, peningkatan produktivitas menjadi fokus utama pada penanaman wilayah Papua. Hal ini, menurut dia sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang meminta semua daerah untuk mempersiapkan lumbung pangannya masing-masing.

“Ini sesuai dengan perintah Bapak Presiden agar betul-betul pertanian harus menjadi bantalan ekonomi dan bantalan kehidupan bagi masyarakat kedepannya. Yang pasti kita akan memaksimalkan upaya yang ada saat ini menjadi pertanian yang lebih maju dan mandiri,” katanya.

Baca Juga :   Perbaikan Mutu Biji Kopi Beras di Kabupaten Blitar Melalui Pelatihan Pasca Panen

Pentingnya peningkatan SDM yang berkualitas dalam pembangunan pertanian, diungkapkan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi.

“Kuncinya adalah pembangunan SDM, pendidikan, pelatihan dan penyuluhan,” katanya.

Dedi lebih lanjut mengatakan, Indonesia juga memiliki pengalaman peningkatan kapasitas SDM sehingga mampu menjadi negara swasembada pangan.

“Ada pula program pengendalian hama, pengolahan tanah yang baik, penggunaan varietas unggul, inovasi teknologi pertanian dan lainnya yang disampaikan oleh penyuluh kepada petani secara masif,” katanya.

Materi pelatihan vokasi budidaya padi yang disampaikan oleh Djoko Sumianto, widyaiswara BBPP Ketindan, telah sesuai spesifik lokasi daerah Manokwari Selatan antara lain penyiapan benih padi, metode tanam padi jajar legowo, pemupukan berimbang, pengairan, pengendalian OPT, pembuatan pestisida nabati dan analisa usahatani padi.

Djoko Sumianto berharap agar setelah pelatihan para penyuluh pertanian dapat menerapkan serta mentransfer materi pelatihan yang telah diperoleh kepada para petani diwilayah binaannya, sehingga dapat meningkatkan kemampuan petani dalam pengembangan budidaya padi di daerahnya. Terutama meningkatnya produksi dan kesejahteraan juga semakin meningkat. Djoko Sumianto/ Yeniarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *