Universitas Borneo Kerjasama Dengan Kementan Laksanakan Sertifikasi Profesi Tenaga Dosen

Tarakan – Dalam rangka menuju profesionalisme tenaga dosen, Universitas Borneo Tarakan Kalimantan Utara bekerjasama dengan Tempat Uji Kompetensi (TUK) Mandiri Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, UPT dibawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian(BPPSDMP) menyelenggarakan sertifikasi profesi bagi 26 orang dosen dan Tenaga Pendidikan dengan skema penyuluhan pertanian level supervisor sebanyak 11 orang, skema fasilitator organik sebanyak 10 orang dan produksi benih tanaman sebanyak 5 orang pada 18 – 20 Maret 2023. Asesi berasal dari 2 jurusan yaitu prodi agribisnis dan prodi agroteknologi fakultas pertanian.

Sertifikasi kompetensi profesi dosen adalah proses pemberian sertifikat untuk dosen. Yang bertujuan untuk menilai profesionalisme dosen guna menentukan kelayakan dosen, melindungi profesi dosen sebagai agen pembelajaran di perguruan tinggi,  meningkatkan proses dan hasil pendidikan, dan mempercepat terwujudnya tujuan pendidikan nasional. Sertifikat pendidik yang diberikan kepada dosen melalui proses sertifikasi adalah bukti formal pengakuan terhadap dosen sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan tinggi. Sertifikasi pendidik dilaksanakan melalui uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengatakan peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) bidang pertanian harus dilakukan. Peningkatan SDM yang profesional bisa dilakukan melalui pendidikan, pelatihan vokasi maupun sertifikasi profesi, salah satunya untuk pelaku usaha.

Proses sertifikasi kompetensi profesi dilaksanakan melalui serangkaian uji kompetensi berdasarkan SKKNI sektor pertanian bidang penyuluhan pertanian, fasilitator organik dan produksi benih tanaman. Dan uji kompetensi direncanakan serta disusun sedemikian rupa agar menjamin semua persyaratan dilakukan secara objektif dan sistematis dengan bukti-bukti yang terdokumentasi.

Kepala Badan PPSDMP, Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa kegiatan sertifikasi diharapkan memacu revolusi budaya kerja para pelaku usaha pertanian yang akan menumbuh kembangkan nilai-nilai positif sehingga pada gilirannya dapat menciptakan SDM Pertanian yang maju, mandiri dan modern di masa depan, yang tentunya berkompeten dan mampu mendukung program utama pembangunan pertanian.

Baca Juga :   Kementan ajak Camat Seluruh Indonesia Bersama Menanggulangi Penyebaran PMK

“Peningkatan kompetensi SDM yang terbentuk menyatukan tiga hal, yakni pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku. Sehingga para pelaku berupaya aktif berpartisipasi untuk mengembangkan kompetensi kerja beserta turunan-turunannya dalam dinamika perkembangan teknologi yang sangat cepat,” tutur Dedi.

Kegiatan sertifikasi kompetensi bagi dosen ini dibuka oleh Kepala BBPP Ketindan, Sumardi Noor. Dalam arahannya ia mengatakan, agar para dosen semangat mendampingi mahasiswa dan mendampingi petani dalam kegiatan pengabdian masyarakat disetiap prodi masing-masing dan juga fokus menjalani sertifikasi, semoga bisa lulus semua.

Selama menjalankan proses asesmen pada kegiatan sertifikasi profesi Dosen dan Tenaga Pendidik, semua Asesi, diuji satu-persatu oleh para Asesor yang berasal dari Widyaiswara BBPP Ketindan yaitu Juniawan, Djoko Sumianto, dan Ahmad Dedy Syathori. Mereka harus menjalani empat kali ujian yaitu ujian tulis, ujian praktik, ujian wawancara dan unjuk kerja. Dan berdasarkan keputusan, semua asesi dinyatakan dan direkomendasikan kompeten. A. Dedy/ Yeniarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *