Proyek ICARE Dukung Sambas Menjadi Model Kawasan Pertanian Jeruk-Padi Berbasis Inovasi Dan Korporasi

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian tengah fokus dalam pengembangan berbagai model untuk mendukung rantai nilai pertanian yang berkelanjutan melalui program Pengembangan Rantai Nilai Pertanian (Agricultural Value Chain Development Project/Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment – ICARE). Proyek yang dirancang untuk mendukung penguatan rantai nilai di beberapa gugus kawasan pertanian juga diharapkan dapat memperkuat kapasitas kelembagaan bagi para pemangku kepentingan di sektor pertanian.

Proyek ICARE bertujuan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan sektor publik maupun swasta untuk mewujudkan pertanian dan rantai nilai yang cerdas di lokasi sasaran proyek. Proyek ini juga didesain untuk menghadirkan dukungan terpadu dan bersifat spesifik-lokasi dalam upaya mengembangkan model rantai nilai yang baik di kawasan pertanian terpilih untuk membantu petani beradaptasi secara lebih baik terhadap perubahan iklim, serta mengurangi jejak karbon di beberapa rantai nilai terpilih.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas bersama Pemerintah Kalimantan Barat dan TIM ICARE BSIP Kalimantan Barat menggelar kegiatan Koordinasi dan sosialisasi ICARE pengembangan model kawasan pertanian jeruk-padi berbasis inovasi dan korporasi pertanian di Kecamatan Tebas.

Kecamatan Tebas di Kabupaten Sambas merupakan salah satu wilayah yang berkontribusi sebagai penyuplai beras di Kalimantan Barat. Tidak hanya tanaman pangannya, jeruk juga cukup eksis sebagai komoditas unggulan di wilayah ini. Hal tersebut yang mendasari pelaksanaan program ICARE yang salah satunya tujuannya untuk mengembalikan kejayaan jeruk di Kabupaten Sambas.

Dalam rangka mempersiapkan kegiatan ICARE, Kepala Balai, Anjar Suprapto, bersama Tim ICARE BPSIP Kalimantan Barat melaksanakan pertemuan untuk mensosialisasikan Program ICARE di tingkat kecamatan sekaligus persiapan verifikasi CPCL di lapangan. Kegiatan pertemuan ini disambut baik oleh Koordinator BPP Tebas, Suliati, dan penyuluh pertanian lainnya. Turut hadir Kabid Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, Camat Tebas, Kapolsek Tebas, Babinsa Tebas, serta Kepala Desa, Ketua Gapoktan, dan perwakilan poktan dari 9 desa calon lokasi Program ICARE.

Baca Juga :   Mentan Amran Tanam Jagung di Sumbawa Untuk Perkuat Persediaan Nasional 2024

Syahrul Yasin Limpo (SYL)  Menteri Pertanian mengatakan saat ini memprioritaskan lima bidang utama untuk mendukung pengembangan sistem pangan, yaitu peningkatan produktivitas, diversifikasi, logistik, modernisasi pertanian, serta promosi ekspor.

“Kementan saat ini berfokus pada percepatan transformasi sektor pertanian dengan memperkuat teknologi dan pendekatan digital di bidang pertanian dan sistem pangan. Proyek ini akan mencakup semua aspek tersebut, dan membantu dalam membangun lebih banyak entitas perusahaan dalam usaha-usaha pertanian sehingga memungkinkan mereka untuk menjadi bisnis modern,”kata SYL.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas Musanif MT menyampaikan terimakasih kepada pemerintah pusat telah memilih Kabupaten Sambas untuk program ICARE.

“Kecamatan yang di pilih yaitu Kecamatan Tebas hasil dari penelitian yang telah dilakukan, Tebas juga memiliki kawasan yang luas untuk program ICARE di bidang pertanian dan jeruk,” ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menjelaskan pentingnya memantau rantai nilai beras.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkaji rantai pasok padi atau beras. Manfaatnya yaitu memberi informasi mengenai pola rantai pasok padi atau beras, baik untuk masyarakat dan pemerintah sebagai pengambil kebijakan,” kata Dedi.

Dedi menambahkan, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan pangan.

“Terutama yang berkaitan dengan rantai nilai alur produk, alur informasi dan alur keuangan di masa yang akan datang,” imbuh Dedi. Laila Nuzuliyah/ Dharma Irawan/Yeniarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *