Tingkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Kelor melalui Exponential Hilirisasi

Blora – Sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo dan Plt. Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi, untuk menggerakkan hilirisasi perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan terus berupaya mendorong para pelaku usaha perkebunan untuk memperkuat hulu hingga ke hilir, berinovasi dan kreatif dalam mengembangkan komoditas perkebunan Indonesia beserta turunannya dengan didukung teknologi atau digitalisasi yang mumpuni.

Direktur Jenderal Perkebunan bersama Direktur Perbenihan Perkebunan, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan serta Kepala BBPPTP Surabaya mengunjungi langsung salah satu pelaku usaha perkebunan asal Desa Ngawenombo, Kec. Kunduran, Kab. Blora, Jawa Tengah, Dudi Krisnadi, owner PT Moringa organik Indonesia (PT MOI), yang berhasil sukses melakukan pengembangan kelor.

“Luar biasa total produksi kelor ini, perbulannya bisa mencapai sekitar 25 – 100 ton dengan diversifikasi produk yang cukup beragam mulai dari bubuk teh dan ada juga yang sudah dalam bentuk kapsul,” ujar Andi Nur Alam Syah, Direktur Jenderal Perkebunan.

Lebih lanjut Andi Nur mengatakan, Kelor ini banyak dibutuhkan dunia, terutama dari Amerika sudah mulai ekspor, dan mudah-mudahan di Bulan Januari mendatang kita mulai ekspor perdana dengan kapasitas yang lebih besar. Tentu Ditjen Perkebunan akan selalu support dan bina tak hanya dari sisi hulu namun sampai ke hilirnya. Kita akan membantu mendorong dan mendukung agar moringa ini lebih besar lagi. Para petani kita bisa bercocok tanam kelor dan untuk hilirnya, bisa bermitra atau kerjasama dengan pak Dudi dari PT Moringa organik Indonesia (PT MOI) yang akan melakukan penguatan terhadap exponential hilirisasi.

“Kelor ini memiliki potensi yang luar biasa, bisa ciptakan lapangan kerja dan memberi pendapatan buat negara, hal-hal ini yang akan terus kami gelorakan. Kami butuh orang-orang yang terus semangat, berkomitmen, tekun dan kepercayaan diri mengembangkan kelor. Di mana kelor ini, yang sebelumnya kita hanya mengenal sebagai tumbuhan biasa yang hanya dimakan sebagai sayur, sekarang kita dorong melalui exponential program hilirisasi menjadi produk-produk bernilai tinggi dengan diversifikasi moringa organik Indonesia,” jelas Andi Nur.

Baca Juga :   Kementan Bersinergi dengan OMBUDSMAN RI, Tangani Tantangan Sawit dan Tebu hingga Energi Baru Terbarukan

“Semoga kelor Indonesia bisa mendunia dan terwujud. tidak hanya di hilirisasi saja, tentu kita juga akan mendorong penguatan branding. Mari bersama para pecinta kelor Indonesia, seluruh stakeholder perkebunan maupun insan perkebunan terkait, kita terus berkolaborasi bersinergi, demi kemajuan kelor dan komoditas perkebunan Indonesia lainnya,” harap Andi Nur.

Pada kesempatan yang sama, Dudi Krisnadi, owner PT Moringa organik Indonesia (PT MOI), mengapresiasi Ditjen Perkebunan yang telah hadir dan mendukung penguatan kelor Indonesia. “Kelor ini memang sudah sejak tahun 2012 dicari dunia, kelor yang dikelola kami ini termasuk yang terbaik di dunia, berdasarkan kandungan nutrisinya,” jelas Dudi.

Dudi menambahkan, kekayaan kelor di Indonesia luar biasa, tanaman ini mudah tumbuh, apabila terus di support oleh pemerintah, diimunisasi atau difasilitasi akan menjadi salah satu komunitas unggulan yang sangat menjanjikan. Karena kelor dijual dan dicari oleh dunia. Tantangan kedepannya, perlunya penguatan dan dioptimalkan sop dan sarana prasarananya. Humas Ditjenbun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *