Majukan Sektor Pertanian,Kementan Lepas Petani Muda Magang ke Jepang

BOGOR – Dalam rangka memajukan sektor pertanian di Indonesia, terlebih dalam menghadapi tantangan globalisasi dan indutri 4.0, Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggenjot lahirnya generasi muda pertanian yang kompeten, profesional dan berdaya saing melalui berbagai program dan terobosan.

Salah satunya, melalui program pengiriman petani muda Indonesia untuk magang ke Jepang. Program ini merupakan kegitan rutin tahunan yang dilakukan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, untuk meningkatkan kapasitas pemuda tani di sektor on farm mulai dari budidaya hingga pasca panen pada komoditas Hortikultura, Tanaman Pangan dan Peternakan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa generasi muda harus mampu melanjutkan pembangunan pertanian dengan sebaik-baiknya.

Sebab, majunya suatu bangsa diawali majunya sektor pertanian, dan generasi muda menjadi salah satu kunci suksesnya kemajuan tersebut.

“Inovasi teknologi industri era 4.0 sepenuhnya milik generasi milenial terutama di sektor pertanian,” ujar Dedi.

Terpisah hal senada disampaikan Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Muhammad Amin pada acara pelepasan peserta Magang Jepang dan Specified Skilled Worker (SSW) Tahun 2024 di Bogor, Kamis (28/3/24).

Amin mengatakan, pertanian yang maju, mandiri, dan modern memerlukan adanya SDM yang unggul dan kompeten. Pertanian di Jepang mengutamakan mutu dan kuantitas yang terjaga.

“Sejak tahun 1984, Kementan telah melaksanakan peningkatan kapasitas pemuda tani di bidang pertanian melalui program pelatihan dan magang ke Jepang dan hingga saat ini telah ada 1.478 peserta yang dikirimkan,” ujarnya.

“Petani Jepang maju karena etos kerja, pengetahuan, sifat pantang menyerah, dan kreatifitas. Dengan didukung teknologi dan sistem yang mendukung tercipta ekonomi pertanian yang berbilai tinggi dan menguntungkan bagi petani di Jepang,” tambah Amin.

Baca Juga :   Petani Bondowoso Gunakan Agroinput Untuk Tingkatkan Produktivitas Padi

Amin pun berpesan kepada para peserta magang Jepang, agar nantinya bisa mendapatkan keterampilan secara langsung serta menumbuhkan nuansa kerja yang kondusif guna mendorong terciptanya inovasi. Sehingga mereka dapat menjadi wirausahawan ataupun petani-petani muda yang handal dengan menerapkan teknologi tinggi.

“Begitu pula untuk peserta pelatihan program SSW, semoga bisa belajar lebih mendalam lagi tentang tata kelola pertanian yang maju, serta modern sambil bekerja di Jepang dengan harapan ilmu yang diperoleh itu dapat diterapkan ketika kembali ke tanah air,” ujar Amin.

Amin berpesan agar para peserta magang mampu menggunakan waktu di Jepang dengan sebaik-baiknya, untuk mendalami pengetahuan dan mengadopsi teknologi pertanian.

“Adopsi teknologi dan pengetahuan yang kalian peroleh selama di Jepang, sehingga bisa menjadi investasi bagi masa depan, menjadi pionir, role model petani, dan agripreneur yang sukses. Jaga nama baik diri, keluarga, negara. Pencapaian Anda harus melebihi petani petani lain karena Anda adalah peserta yang terpilih,” pesannya.

Sebagai informasi, jumlah calon peserta magang Jepang yang akan diberangkatkan sebanyak 36 orang yang telah diseleksi oleh 9 UPT Pelatihan lingkup BPPSDMP dan mengikuti seleksi selama dua bulan (Oktober s.d November 2023 lalu) di 10 P4S anggota IKAMAJA.

Sedangkan jumlah peserta yang akan diberangkatkan untuk mengikuti program Specified Skilled Worker (SSW) sebanyak 8 (delapan) orang. Peserta SSW yang siap berangkat telah memenuhi kualifikasi dan memiliki sertifikat Japanese Languange Pofiency Test (JLPT) Basic (N4), JFT (A2), dan Allen Scholarship Admission Test (ASAT).

Peserta magang Jepang tahun 2024 akan diberangkatkan ke Jepang dengan pembagian dua (dua) gelombang pemberangkatan, yaitu 12 April 2024 JAEC 18 orang selama 11 Bulan, dan akhir April 2024 IAEA 18 orang selama 36 Bulan.

Baca Juga :   Buka Pelatihan Bio Input, Wamentan Dorong Pertanian Ramah Lingkungan

Sebelum pemberangkatan, para peserta mendapatkan materi pelatihan Kebijakan mengenai Pembangunan Pertanian, Praktek Bahasa dan Pengetahuan Budaya Jepang, Etos Kerja dan Motivasi, Rencana Usaha, Kelembagaan IKAMAJA, Jejaring Usaha.

Selain itu, mereka juga mendapatkan materi Pemantapan Fisik, Mental dan Disiplin, Dinamika Kelompok, Integrasi dan Rencana Aksi/Rencana Tindak Lanjut. Selain itu, untuk memantapkan kualitas peserta juga ditambahkan pelatihan Agri Bisnis Plan atau ABP Magang oleh Tim JICA. CHA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *