Sinergi Kementan-Kodim 1910 Malinau Tingkatkan Produksi dengan Perluas Areal Tanam Baru

KALTARA – Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini tengah gencar-gencarnya melakukan perluasan areal tanam padi. Hal tersebut dilakukan guna meningkatkan produksi padi, menjawab ancaman kekurangan pangan, menekan impor beras, sekaligus mewujudkan swasembada.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, kerap kali menyampaikan, sektor yang paling siap membangun kehidupan Indonesia yang lebih baik dan berkelanjutan ialah pertanian, terutama padi yang menjadi komoditas strategis.

“Krisis pangan sama dengan krisis keamanan dan politik. Pangan adalah senjata kita, dan kita harus bisa menyetop impor, kita harus ekspor. Karenanya, kita harus terus meningkatkan produktivitas pertanian kita,” ujar Amran.

Terpisah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi Dedi, menekankan pentingnya menggenjot peningkatan produktivitas pertanian, utamanya produksi padi.

“Tingginya permintaan masyarakat terhadap padi telah mendorong kebijakan impor bila produksi dalam negeri tidak mencukupi. Karenanya, segala sumber daya dan dukungan perlu difokuskan dalam peningkatan produksi padi, baik pada musim tanam yang saat ini sedang berlangsung maupun yang akan datang,” sebut Dedi.

Dedi juga mengatakan, peningkatan produksi dapat dilakukan dengan peningkatan produktivitas dan areal tanam.

“Yang paling cepat dalam meningkatkan produksi padi saat ini ialah peningkatan areal tanam. Untuk itu Kementan mengencarkan perluasan areal tanam, pompanisai dan berbagai program strategis lainnya. Tingkatkan areal tanam, maka areal panennya meningkat, sehingga produksinya pun makin meningkat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Pusat Pelatihan Pertanian yang juga sekaligus selaku penanggugjawab Satgas Kerawanan Pangan Provinsi Kalimantan Utara, Muhammad Amin.

Saat kunjungan ke Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara pada Sabtu (27/4/24), Amin mengharapkan agar segera dilakukan perluasan areal tanam, termasuk membuka lahan baru.

“Saya berharap, Kabupaten Malinau segera melakukan perluasan tanam. Malinau termasuk Kabupaten memiliki potensi lahan yang luas, termasuk juga untuk padi gogo,” ujar Amin.

Baca Juga :   Kostratani Provinsi Banten Panen Perdana Jagung di Desa Rancasangga

Bak gayung bersambut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malinau, Faridan, menuturkan saat ini pihaknya telah melakukan kerjasama dengan Kodim 1910 Malinau untuk melakukan perluasan area tanam padi.

“Saat ini kami sedang melakukan kerjasama dengan Kodim 1910 untuk membuka lahan baru. Terdapat 60 ha lahan yang saat ini sedang dikerjakan oleh Kodim 1910,” ujarnya.

Kepala Bidang PSP, Mikadinata menambahkan, lahan tersebut, ditargetkan akan ditanami paling cepat awal Mei 2024.

“Lahan ini terakhir ditanami tahun 2016. Nah, kita targetkan awal Mei lahan ini sudah bisa ditanami padi,” ujarnya.

Untuk membuka lahan tersebut, Serka Sutega yang menjadi komandan pembukaan lahan ini mengatakan, dibutuhkan komunikasi baik dengan warga sekitar, agar mereka paham bahwa ini untuk kebutuhan Negara.

Babinsa yang sehari-hari bertugas di desa Tanjung Lapang ini menjelaskan, agar lahan tersebut nanti tidak mati dan bisa dimanfaatkan terus menerus oleh petani, maka dibuatkan jalan atas swadaya masyarakat sekitar lahan.

“Prinsipnya, kami siapkan lahan, urusan teknis penanaman kami serahkan sepenuhnya kepada dinas pertanian,” ujarnya.

Kepala BSIP Kalimantan Utara, Zaenal Abidin, berkomitmen akan membantu peningkatan SDM petugas di Malinau agar makin kompeten dalam mengelola areal tanam baru ini.

“Bersamaan dengan tanam dilahan baru, kita akan lakukan Bimbingan teknis untuk penyuluh se Kabupaten Malinau. Dengan adanya bimtek, kami berharap akan didiseminasikan kepada seluruh petani, khususnya dilokasi penanaman. Sehingga, kelak lahan ini akan terus menerus ditanami,” ujarnya. CHA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *