BATU — Dalam rangka memperkuat integritas aparatur dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman paham intoleran, radikal, dan terorisme, Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu menyelenggarakan Sosialisasi Kebangsaan dan Pencegahan Paham Intoleran, Radikal, dan Terorisme bekerja sama dengan Satgaswil Densus 88 AT POLRI pada Rabu (26/11/2025) di Brizantha Convention Hall BBPP Batu. Kegiatan ini diikuti seluruh ASN BBPP Batu dan merupakan implementasi Core Values ASN BerAKHLAK.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian harus ditopang oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan berintegritas.
“Kementerian Pertanian berkomitmen menciptakan ASN yang bersih dari narkoba. Integritas dan disiplin adalah pondasi utama dalam mengabdi kepada bangsa,” ujar Mentan Amran.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, intoleransi, dan paham radikal bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan tanggung jawab moral setiap aparatur negara.
Sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Satgaswil Jawa Timur Densus 88 AT, yaitu Kompol Dr. Dani Teguh Wibowo, serta menghadirkan mantan narapidana terorisme, Wildan Bahriza, yang membagikan pengalaman langsung terkait jebakan dan pola rekrutmen kelompok radikal. Dalam paparannya, Kompol Dani menjelaskan dinamika ancaman terorisme dan hasil survei terbaru yang menunjukkan bahwa potensi radikalisme lebih tinggi pada perempuan, generasi muda, dan individu yang aktif di internet. Ia menekankan pentingnya deteksi dini dengan membangun kepekaan masyarakat terhadap perubahan lingkungan sosial, meningkatkan keberanian untuk melaporkan hal mencurigakan kepada pihak berwenang, serta memperkuat sinergi seluruh pihak dalam mencegah penyebaran paham radikal.
Kepala BBPP Batu, Roby Darmawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini penting untuk memperluas wawasan pegawai di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin kompleks. Roby berharap pemahaman yang diperoleh dapat diterapkan dan disebarkan kepada keluarga serta lingkungan sekitar.
“Saya berharap kegiatan sosialisasi kebangsaan dan pencegahan paham intoleran, radikal, dan terorisme di lingkungan BBPP Batu hari ini dapat dipahami dan diserap ilmunya oleh seluruh pegawai, dan nantinya pemahaman tersebut dapat ditularkan kepada sanak keluarga dan anak-anak di rumah guna mewujudkan zero attack dan zero radikalisme,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, BBPP Batu menegaskan komitmennya sebagai UPT Kementerian Pertanian yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi teknis pegawai, tetapi juga pada penguatan karakter, integritas, dan kesadaran kebangsaan guna mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman, harmonis, dan bebas dari pengaruh paham radikal. DL/SAI/BBPP BATU











