Di Penas, Kementan Tampilkan Inovasi Teknologi Tepat Guna dan Solusi Bagi Petani

Padang – Pekan Nasional (PENAS) sukses menarik perhatian, terlihat respon dan antusias positif peserta dan pengunjung membanjiri kegiatan PENAS di Padang.

Kegiatan ini diselenggarakan demi membangkitkan semangat dan tanggungjawab serta kemandirian petani nelayan dan petani hutan dalam meningkatkan pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan.

Seluruh Eselon I lingkup Kementerian Pertanian termasuk Direktorat Jenderal Perkebunan turut serta meramaikan kegiatan PENAS.

Rangkaian acara PENAS dikemas menarik,  salah satunya Ditjen Perkebunan melaksanakan kegiatan Pameran, Talkshow,  Showcase Perbenihan, Karya Wirausaha, Gelar Percontohan dan unjuk tangkas.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) saat menghadiri PENAS mengatakan kehadiran industri dan peneliti semakin menambah daya gedor produktivitas dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Dan yang terpenting, kolaborasi semua pihak harus ditingkatkan untuk menjaga posisi Indonesia aman dari ancaman krisis dunia.

“Gelar percontohan ini bertujuan mengenalkan teknologi tepat guna bagi petani dan nelayan. Kali ini Ditjen  Perkebunan menampilkan Pabrik Mini Minyak Goreng (PAMIGO). PAMIGO merupakan teknologi dengan inovasi yang menghadirkan pengolahan sawit dari buah segar hingga produk minyak goreng. PAMIGO ini hadir sebagai solusi bagi peningkatan kesejahteraan pekebun sawit rakyat dalam kemandirian,” ujar Mentan SYL saat mengunjungi pamigo di gelar percontohan Pamigo.

Pada kesempatan yang sama, Andi Nur Alam Syah, Direktur Jenderal Perkebunan mengatakan, Pamigo yang ditampilkan di Penas ini nantinya akan dihibahkan bagi petani di daerah pesisir selatan.

“Diharapkan melalui rangkaian kegiatan ini, bisa memberikan solusi atau jawaban bagi kendala petani dilapangan dan mendorong tata kelola perkebunan yang baik dan berkelanjutan,” harap Andi Nur.

Sedangkan untuk kegiatan Talkshow mengangkat topik menarik tentang menjaga resiliensi Perkebunan Indonesia.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 5 hari ini akan membahas mengenai Peningkatan produktivitas sawit melalui program peremajaan sawit rakyat, Percepatan program sarpras pekebunan kelapa sawit, Cantik dan sehat dengan sawit, Pengembangan SDM melalui Beasiswa Pendidikan, Strategi dan upaya perolehan harga TBS yang wajar, serta Penguatan sinergitas sertifikat ISPO pekebun dan Rencana aksi daerah dalam rangka mendorong tata kelola kelapa sawit berkelanjutan. Talkshow ini akan menghadirkan beberapa narasumber, salah satunya adalah Direktur Penghimpunan Dana BPDPKS. Humas Ditjenbun

Baca Juga :   Penas Petani Nelayan XVI 2023 di Sumbar Bakal Dihadiri 40 Ribuan Petani dan Nelayan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *