Dukung Gerakan Antisipasi Darurat Pangan, Kementan Sosialisasikan PSPP Lewat BOC

MALANG – Dalam rangka persiapan pelatihan sejuta petani dan penyuluh (PSPP) volume 10, dengan tema Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan menggelar Bertani on Cloud (BOC) Edisi Spesial Volume 261.

BOC volume 261 membahas sosialisasi PSPP “Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional”, digelar Kamis (16/05/2024), dengajmateri yang disampaikan oleh narasumber antara lain tata cara pendaftaran online yang disampaikan Kepala Pusat dan Sistem Informasi Pertanian, Intan Rahayu serta Kepala BBPP Ketindan. Nurul Qomariyah, yang menyampaikan panduan PSPP Volume 10 dengan tema Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional.

Kegiatan PSPP Volume 10 yang akan dilaksanakan tanggal 5-7 Juni 2024, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta dalam peningkatan produksi padi melalui optimalisasi lahan rawa dan pompanisasi di lahan sawah tadah hujan, serta pemanfaatan lahan perkebunan untuk padi gogo.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan sektor yang paling siap membangun kehidupan Indonesia yang lebih baik adalah pertanian, dan SDM menjadi tulang punggung penggerak pembangunannya.

“Krisis pangan sama dengan krisis keamanan dan politik. Pangan adalah senjata. Jadi, harus menekan impor bahkan harus bisa menyetop impor, harus ekspor,” ujarnya.

“SDM Pertanian mulai dari penyuluh hingga para petani harus bergerak cepat mengambil bagian menjaga ketahanan pangan,” imbuhnya.

Secara terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengungkapkan, kunci dalam Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional adalah meningkatkan produksi.

“Karena itu, segala sumber daya dan dukungan perlu difokuskan dalam peningkatan produksi pada musim tanam yang sedang berlangsung maupun yang akan datang,” ujar Dedi.

Sementara itu, dalam sambutan dan arahan saat BOC edisi special volume 261, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan), Muhammad Amin, mengatakan, kondisi saat ini mengalami krisis pangan global yang menyebabkan berbagai tekanan-tekanan, inflasi, baik tekanan akibat dari pemanasan global dan dampak dari covid-19. Oleh karena itu perlu antisipasi darurat pangan, bagaimana produktivitas pangan dalam negeri bisa mencukupi bagi masyarakat.

Baca Juga :   Program Kampung Mangga Kementan Mampu Membantu Turunkan Gas Emisi Rumah Kaca

Berdasarkan arahan Mentan, maka antisipasi krisis pangan memerlukan strategi yang komprehensif dan aktif. Salah satu pendekatan yang dilakukan oleh Kementan melalui perluasan lahan rawa, teknik tumpang sisip antara padi dengan tanaman perkebunan, termasuk padi gogo serta pompanisasi di lahan sawah tadah hujan.

“Dengan Langkah-langkah perluasan lahan rawa, teknik tumpang sisip antara padi dengan tanaman perkebunan, dan pompanisasi diharapkan dapat memperbaiki struktur tanah dan mengontrol hama penyakit, sehingga produktivitas meningkat agar krisi pangan tidak terjadi di negara kita,” jelas Amin

Oleh karenanya, melalui BOC edisi special ini, Amin berharap, pelaksanaan pelatihan sejuta petani dan penyuluh yang juga diikuti oleh Babinsa di seluruh Indonesia pada 5-7 Juni 2024, dengan target 1,8 juta peserta, bisa berjalan dengan lancar secara serentak. Yeniarta/Nadif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *