BATU — Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu menetapkan jadwal kegiatan Mobil Keliling Layanan Gratis Peternakan “Biling Yannak” untuk periode November hingga Desember 2025.
Rapat koordinasi dan pemaparan jadwal yang digelar di BBPP Batu Selasa (11/11/2025) ini merupakan tindak lanjut dari program Biling Yannak yang dikolaborasikan serta diintegrasikan dengan kegiatan anjangsana atau LAKU (Latihan dan Kunjungan) Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu.
Program “Billing Yannak” bertujuan memberikan layanan Konsultasi, Edukasi, dan Informasi (KEI) di bidang peternakan dan kesehatan hewan secara langsung kepada kelompok tani (Poktan) dan kelompok wanita tani (KWT) di wilayah Kota Batu. Melalui kegiatan ini, para peternak diharapkan memperoleh akses yang lebih mudah terhadap pengetahuan praktis, bimbingan teknis, serta pendampingan profesional dari tenaga ahli dan widyaiswara BBPP Batu.
Kepala BBPP Batu menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pelayanan teknis, tetapi juga bertujuan membentuk pola pikir peternak agar lebih profesional dan berorientasi jangka panjang.
“Kami ingin peternak Kota Batu mampu mengelola usaha ternaknya dari hulu hingga hilir dengan prinsip efisien, efektif, berkelanjutan, modern, dan menyejahterakan,” ujarnya.
Eko Saputro selaku penanggung jawab kegiatan menambahkan bahwa program Biling Yannak dilaksanakan setiap pekan oleh sembilan divisi pelatihan BBPP Batu dengan lokasi dan fokus kegiatan yang berbeda di tiap jadwal. Pelaksanaan kegiatan dimulai pada 1 November 2025 (Pekan I November) oleh Divisi Budidaya Ternak Ruminansia di Poktan Subur Makmur, Dusun Dresel – Oro-Oro Ombo. Kegiatan berikutnya berlangsung pada 19 November 2025 (Pekan III November) oleh Divisi Kesmavet dan RPH di Poktan Bina Arta Mandiri, Jl. Tawang Argo Sisir. Masih di bulan yang sama, 24 November 2025 (Pekan IV November) kegiatan dilanjutkan oleh Divisi Kesehatan dan Reproduksi Ternak di KWT Sri Rejeki, Kelurahan Ngaglik.
Memasuki bulan Desember, rangkaian kegiatan dimulai pada 1 Desember 2025 (Pekan I Desember) oleh Divisi Nutrisi dan Pakan Ternak di Poktan Makmur Sejati, Desa Giripurno – Bumiaji. Pada 8 Desember 2025 (Pekan II Desember), giliran Divisi Pasca Panen dan Pengolahan Daging (Butcher) yang memberikan layanan di KWT Mandiri, Kajang – Mojorejo. Selanjutnya, 17 Desember 2025 (Pekan III Desember), Divisi Pasca Panen dan Pengolahan Susu akan hadir kembali di Poktan Bina Arta Mandiri, Jl. Tawang Argo Sisir. Kegiatan Sahabat Ternak akan ditutup pada 26 Desember 2025 (Pekan IV Desember) oleh Divisi Pengolahan Limbah Ternak yang melaksanakan kegiatan di KWT Bumi Lestari, Dadaprejo.
Dari hasil pemaparan dalam rapat, program Biling Yannak diharapkan dapat menghasilkan tiga keluaran utama, yaitu peningkatan pengetahuan peternak tentang praktik manajemen ternak yang modern dan berkelanjutan, pengembangan keterampilan teknis dalam bidang peternakan dan kesehatan hewan, serta perubahan sikap dan profesionalisme peternak menuju usaha ternak yang efisien dan ramah lingkungan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya menjadikan pelayanan publik sebagai bagian dari budaya kerja di seluruh jajaran Kementerian Pertanian.
“Inovasi tidak boleh berhenti di satu unit saja. Harus menular ke semua lini agar manfaatnya dirasakan luas,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti memperkuat pernyataan tersebut dengan menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai kunci keberhasilan sektor pertanian.
“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian agar mampu beradaptasi dan berinovasi menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Dalam jangka panjang, program Biling Yannak ditargetkan dapat memberikan dampak nyata berupa peningkatan produktivitas dan populasi ternak di Kota Batu. Selain itu, melalui penerapan prinsip agribisnis yang lebih menguntungkan dan berdaya saing, kesejahteraan peternak juga diharapkan meningkat seiring dengan penguatan kapasitas dan kemandirian mereka dalam mengelola usaha peternakan secara berkelanjutan. Ekos/SAI/BBPP BATU







