Dari Sekadau untuk Indonesia, Kementan Cetak Brigade Pangan Siap Dongkrak Produksi Pangan

Sekadau – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian sebagai langkah strategis mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas petani milenial yang tergabung dalam Brigade Pangan, sebagai garda terdepan regenerasi pertanian modern.

Melalui Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, Kementerian Pertanian menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Brigade Pangan Mendukung Swasembada Pangan bagi 30 anggota Brigade Pangan di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada 13–15 Juli 2026.

Pelatihan ini merupakan bagian dari Gelombang III Program Peningkatan Kapasitas Brigade Pangan di Provinsi Kalimantan Barat yang bertujuan meningkatkan kompetensi teknis, manajerial, dan kewirausahaan petani muda, sekaligus mendorong penerapan teknologi pertanian modern di tingkat lapangan.

Peserta berasal dari dua Brigade Pangan, yaitu Brigade Pangan Tani Lawang Kuari dan Brigade Pangan Tani Sentapang. Kegiatan dilaksanakan dalam dua angkatan yang masing-masing diikuti 15 peserta, bertempat di CWS serta Sekretariat Brigade Pangan Tani Sentapang.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Brigade Pangan merupakan salah satu program prioritas Kementerian Pertanian dalam mempercepat peningkatan produksi pangan melalui keterlibatan generasi muda.

“Brigade Pangan menjadi motor penggerak pertanian modern di daerah. Dengan pendampingan yang tepat dan pemanfaatan teknologi, generasi muda mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Mentan Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa keberhasilan Brigade Pangan tidak terlepas dari peran aktif penyuluh pertanian sebagai pendamping di lapangan.

“Penyuluh pertanian menjadi ujung tombak dalam mendukung berbagai program prioritas Kementerian Pertanian, mulai dari peningkatan luas tambah tanam, optimasi lahan, pengembangan padi lahan kering, akses pembiayaan melalui KUR, penggunaan benih unggul dan pupuk secara efisien, hingga pendampingan Brigade Pangan sebagai bagian dari regenerasi pertanian berbasis teknologi,” jelas Arsanti.

Selama tiga hari pelatihan, peserta memperoleh materi yang komprehensif meliputi kebijakan pembangunan pertanian menuju swasembada pangan berkelanjutan, analisis kelayakan usaha tani padi, pencatatan usaha tani, literasi keuangan, administrasi kelembagaan kelompok, serta penyusunan rencana tindak lanjut yang akan diimplementasikan di masing-masing Brigade Pangan.

Melalui pelatihan ini, BBPP Batu berharap anggota Brigade Pangan di Kabupaten Sekadau mampu menjadi agen perubahan di wilayahnya dengan menerapkan inovasi dan teknologi pertanian modern, memperkuat kelembagaan petani, meningkatkan produktivitas usaha tani, serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan. HARIS/DWI/BBPP BATU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *