Integritas Teruji! UPT Pelatihan Kementan di Batu Sukses Jalani Audit Eksternal ISO

Batu – Kementerian Pertanian terus memperkuat tata kelola kelembagaan yang profesional, transparan, dan akuntabel melalui penerapan sistem manajemen berstandar internasional. Komitmen tersebut diwujudkan Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu dengan melaksanakan Audit Eksternal Sistem Manajemen Terintegrasi (SMT) untuk memastikan keberlanjutan mutu layanan pelatihan sekaligus memperkuat implementasi budaya antisuap di lingkungan kerja.

Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), BBPP Batu secara konsisten menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001:2025 sebagai bagian dari upaya mendukung reformasi birokrasi serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelatihan dan tata kelola organisasi merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia pertanian sekaligus meningkatkan kinerja kelembagaan.

“SDM yang berkualitas harus didukung oleh tata kelola organisasi yang profesional, akuntabel, dan berintegritas agar mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat serta mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan,” ujar Mentan Amran.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa penguatan kualitas SDM harus berjalan seiring dengan penerapan reformasi birokrasi dan sistem pengendalian antisuap.

“Reformasi birokrasi dan Sistem Manajemen Anti Penyuapan memiliki keterkaitan yang erat dalam membangun birokrasi yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik penyuapan. Hal tersebut menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah,” jelas Arsanti.

Audit eksternal dilaksanakan pada 13–14 Juli 2026 oleh auditor independen dari TÜV Rheinland. Kegiatan ini bertujuan memverifikasi kesesuaian implementasi Sistem Manajemen Terintegrasi dengan persyaratan ISO 9001:2015 dan ISO 37001:2025, sekaligus mengevaluasi efektivitas sistem dalam mendukung pencapaian sasaran mutu organisasi.

Saat membuka opening meeting secara daring, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Tedy Dirhamsyah, selaku Dewan Pengarah Sistem Manajemen Terintegrasi ISO BBPP Batu, menegaskan bahwa birokrasi modern menuntut setiap unit kerja tidak hanya menghasilkan kinerja yang tinggi, tetapi juga mampu menjalankan seluruh proses secara transparan, akuntabel, berbasis risiko, serta bebas dari praktik penyuapan.

Menurutnya, penerapan Sistem Manajemen Terintegrasi yang menggabungkan ISO 9001:2015 dan ISO 37001:2025 merupakan instrumen penting dalam memperkuat reformasi birokrasi sekaligus meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap kualitas layanan BBPP Batu.

Proses audit meliputi pemeriksaan dokumen, observasi lapangan, serta wawancara dengan seluruh bagian dan fungsi di lingkungan BBPP Batu. Berdasarkan hasil audit, auditor menyatakan bahwa implementasi Sistem Manajemen Terintegrasi di BBPP Batu telah berjalan efektif dan sesuai dengan standar internasional, disertai beberapa rekomendasi perbaikan minor sebagai bagian dari upaya peningkatan berkelanjutan (continuous improvement).

Keberhasilan pelaksanaan audit eksternal ini semakin menegaskan komitmen BBPP Batu dalam menjaga kualitas layanan pelatihan, memperkuat budaya integritas, serta meningkatkan kredibilitas organisasi sebagai lembaga pelatihan pertanian yang profesional, akuntabel, dan berstandar internasional. DWI/BBPP BATU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *