Dukung Regenerasi Petani, Anggota Komisi IV Minta Generasi Milenial di NTT Rutin Diberikan Bimtek

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui berbagai terobosan programnya terus berupaya membangun kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM). Ini dilakukan untuk mewujudkan percepatan penumbuhan dan penguatan petani muda dalam visi besar Indonesia maju.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan pembangunan SDM pertanian wajib dilakukan karena SDM yang ada masih didominasi generasi tua dengan pendidikan yang terbilang rendah. Kondisi ini diperparah dengan penguasaan lahan yang relatif sempit.

“Untuk mengatasinya, pemerintah berupaya melakukan efisiensi usahatani melalui modernisasi pertanian yang sudah masuk dalam berbagai program Kementan. Tentu kami juga masih membutuhkan waktu dalam mengejar ketertinggalan petani kita dari negara-negara maju. Melalui modernisasi pertanian kita buktikan pada generasi muda bahwa sektor pertanian merupakan sektor yang menjanjikan dan membanggakan hingga akhirnya pertanian kita akan didominasi olej generasi muda” katanya.

Selain itu berbagai upaya pun terus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan insan pertanian, salah satunya melalui pelatihan atau bimbingan teknis maupun penyuluhan sehingga mencapai tujuan besar yakni kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian Dedi Nursyamsi menyatakan kesiapannya dalam pengembangan kualitas SDM pertanian, “Kami siap untuk terus meningkatkan kualitas SDM, salah satunya dengan regenerasi petani. Kami gerakkan petani milenial melalui balai pelatihan pertanian serta politeknik pembangunan pertanian. Kami ciptakan job seeker dan job creator yang siap mengguncang dunia dengan kreativitas dan produktivitas”, tegas Dedi.

SMK-PP Negeri Kupang, sebagai salah unit pelaksana teknis BPPSDMP, Kementan pun ambil peran aktif dalam upaya peningkatan kualitas SDM tersebut dengan mengadakan
Bimbingan Teknis Budidaya Ternak dan Kopi Terintegrasi yang dilaksanakan di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT (27/10/20)

Peserta bimbingan teknis merupakan Kepala Sekolah, Guru  serta siswa/i dari SMK Negeri Macangpacar, SMK Negeri Kuwus serta SMK Negeri Welak. Seluruh peserta bimtek terlihat antusias menyimak materi pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi pakan ternak serta pemanfaatan pakan ternak menjadi pupuk organik tanaman kopi yang disampaikan oleh  Fabianus Kowe Keraf.

Baca Juga :   Peduli Terhadap Ketahanan Pangan Sagu, Ditjenbun Sigap Salurkan 12.000 Benih Sagu Unggulan Demi Bantu Petani Di Meranti

Sebagai tuan rumah anggota Komisi IV DPR RI yang juga Ibu Gubernur NTT Julie Laiskodat berkesempatan membuka seraca resmi kegiatan ini. Dalam sambutannya ia mengapresiasi bimbingan teknis yang diadakan SMK-PP Negeri Kupang dan mendukung  transformasi SMKPP Negeri Kupang menjadi  Politeknik Pembangunan Peternakan NTT.

“Kami sangat mendukung regenerasi petani sebagai upaya untuk memaksimakan sumberdaya manusia  potensial yang ada di NTT khususnya generasi muda. Potensi peternakan yang ada di NTT sangat membutuhkan sentuhan inovasi generasi muda. Untuk itu, Bimbingan teknis seperti ini harus rutin dan sering diadakan untuk menguatkan minat generasi muda khususnya agar menjadi petani milenial”, tutur Julie Laiskodat. VITRI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *