Mahasiswa PEPI Bagian dari Enjiniring Pertanian Masa Depan

Mahasiswa Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia merupakan generasi millennial sebagai potensi lokal sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi bangsa yang dibutuhkan. Untuk itu dalam mengakselerasi pertanian, kita membutuhkan mekanisasi yang lebih kuat. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Balai Besar Mekanisasi Pertanian Agung Prabowo mengisi kuliah umum yang diselenggarakan oleh Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia dengan tema “The Milennial Farmers Role For The Development of Post-harvest Technology For Agricultural Products” Selasa, (17/11).

Mekanisasi pertanian adalah aplikasi dari berbagai ilmu mulai dari budidaya, bioteknologi dengan manajemen. Dalam hal ini mekanisasi juga dapat menentukan usaha tani yang berbasis mekanisasi kemudian bagaimana evaluasi secara teknis ekonomis dari peralatan-peralatan alsintan.  Dalam  pendidikan vokasi yang terdapat di Politeknik Enjiniring pertanian Indonesia (PEPI) akan langsung ke mempelajari keteknikan disini dan mekanisasi atau engineering pertanian adalah bagian kecil dari mekanisasi.

“Mekanisasi atau enjinering pertanian adalah bagian kecil dari mekanisasi. Dimana pengembangan mekanisasi level teknologi. Bagaimana sumber daya manusianya kelembagaannya informasinya infrastruktur atau lahannya mulai dari pembukaan lahan sampai pengolahan nanti untuk pasca panen dan pengolahan bisa menerapkan mekanisasi di level teknologi alat mesin pertanian dengan penerapan sesuai dengan level”, Tegas Agung Prabowo kepala Balai Besar Mekanisasi Pertanian.

Kesempatan dan peluang bagi mahasiswa PEPI untuk membantu pendampingan pengawalan yang dari alsintan yang sudah tersebar. Tantangan produksi alsintan dimana nantinya kita mengintroduksikan alat mesin pertanian.
Nantinya mahasiswa PEPI akan sebagai LO dalam pemanfaatan dan pengoperasian alat mesin pertanian dimana telah mendapatkan pendidikan vokasi dalam keterampilan alat mesin pertanian. Pengetahuan tentang bagaimana bila terjadi kendala atau trouble shooting di lapangan bagaimana kita memasukkan pengaturan bagaimana cara bongkar pasang mesin itu bagaimana kita mengajarkan bagaimana memodifikasi alat mesin pertanian di pinggiran tidak sesuai dengan agroekologi di lokasi tenang ini adalah poin-poin itu semua kesempatan bagi mahasiswa PEPI yang saat ini.

Baca Juga :   Tingkatkan Kompetensi Pendidik, SMKPP Kementan Gelar Workshop Kurikulum

Perusahaan alat mesin pertanian untuk memanfaatkan mahasiswa PEPI. Dimana perusahaan penyebaran alat mesin pertanian ke daerah-daerah se Indonesia itu tidak mungkin membuka cabang sampai perkecamatan. Dengan mahasiswa alumni PEPI nantinya perusahaan alat mesin pertanian akan sangat terbantu. Salah satu perusahaan besar alat mesin pertanian sudah melakukan kerjasama dengan melatih 10 orang mahasiswa untuk di beberapa wilayah.

Dimana Kementerian Pertanian (Kementan) pada terus melakukan penerapan sistem pertanian modern melalui sentuhan teknologi dan mekanisasi.  Bahkan, Kementan sudah melakukan olah tanam canggih, dengan sistem artificial intelligence dengan kemampuan memantau situasi cuaca dan metode musim tanam secara baik dan benar.
Terkait ini, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengaku optimis dengan kemajuan teknologi pertanian yang semakin pesat. Moderenisasi tersebut menjadi tanda kesiapan pertanian 4.0. Apalagi penggunaan alat dan mesin dilakukan secara masif pada setiap proses produksi. PEPI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *