Kepala BPPSDMP : Buatlah Petani Tersenyum

Ngobrol Asyik (Ngobras) penyuluhan volume 12 kali ini, mengambil tema “Buatlah Petani Tersenyum” disampaikan secara langsung oleh Kepala Badan Penyuluhan dan pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, dari Agricultural Operational Room (AOR) BPPSDMP dan dilaksanakan melalui aplikasi zoom meeting serta disiarkan secara langsung melalui channel youtube BPPSDMP Kementan RI dan fanpage BPPSDMP.

Kepala BPPSDMP menyampaikan bahwa saat ini perlu mengutamakan imunitas agar terhindar dari Covid 19, diawali dari hati yang bersih, makanan yang baik dan halal akan meningkatkan imunitas. “Sektor pertanian merupakan penyumbang PDB Indonesia dengan pertumbuhan sekitar 16,24 % dibandingkan bidang usaha lainnya yang menurun bahkan minus. Kebutuhan petani adalah sarana dan prasarana pertanian, permodalan, inovasi teknologi, produk terjual, pendampingan dan pengawalan dari hulu – hilir,” ujar Dedi Nursyamsi.

Dedi juga menambahkan bahwa banyak program kementerian pertanian yang diupayakan dapat membuat petani tersenyum. “Diantaranya program andalan kita adalah kostratani, program petani milenial, program food estate (kawasan pangan) di Kalimantan Tengah dengan mengandalkan program korporasi petani. Selain itu, terdapat program kredit usaha rakyat (KUR), program asuransi pertanian, elektronik- RDKK, kartu tani, pupuk subsidi, dst,” imbuh Kepala BPPSDMP.

Ia berharap dengan program tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan petani dan dapat membuat petani tersenyum. Di akhir pemaparan, Dedy Nursyamsi mengatakan, buatlah petani tersenyum maka produktivitas meningkat ketersediaan pangan meningkat dan ekspor meningkat.

Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), bahwa tantangan yang dihadapi pertanian saat ini adalah mencukupi pangan bagi seluruh rakyat indonesia. “Kita harus memastikan ketersediaan pangan di seluruh tanah air, baik ketersediaan barang pangan maupun ketersediaan akses untuk mendapatkannya. Untuk itu, saya mengajak seluruh penyuluh dan petani untuk untuk tetap sehat di situasi pandemi Covid-19. Bisa mendampingi petani untuk genjot produksi, sama-sama turun ke lapangan, sama-sama tanam, olah tanah, panen, mengolah hasil panen, mendistribusikan hasil panen, sehingga petani mendapat penghasilan yang layak,” tegas SYL. LTA/YNI

Baca Juga :   BBPP Ketindan Turut Sukseskan Harmonisasi dan Apresiasi SDM Kementan 2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *