Didampingi Penyuluh, Padi Varietas Nutrizink Ditanam di Sipatana Gorontalo

Para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Tumba, di Desa Bulotadaa Timur, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, Senin (25/1/2021), melakukan penanaman padi varietas nutrizink di lahan seuas 1 Ha. Penanaman tersebut didampingi penyuluh serta melibatkan BPTP Gorontalo.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Menurutnya, pertanian harus menjadi kekuatan bangsa.

“Dengan kerja sama, kita manfaatkan teknologi yang lebih baik, memanfaatkan sains dan riset yang lebih kuat sehingga bisa menghadirkan kemampuan-kemampuan kita serta mampu ber-swasembada,” tegas Mentan Syahrul.

Hal senada digaungkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi.

“Dampak pandemi Covid-19 memang mempengaruhi perekonomian bangsa, namun tidak halnya dengan Pertanian. Pertanian justru harus semakin kuat dan terus berinovasi di saat kondisi sekarang inim” katanya.

Dedi Nursyamsi menambahkan, dalam kondisi saat ini masyarakat Indonesia semua membutuhkan ketersediaan pangan.

“Dari pangan yang cukup dan berkualitas maka akan membuat imunitas tubuh menjadi kuat dan otomatis membuat bangsa kita sehat termasuk terhindar dari stunting. Semua itu berkat kerja keras kita semua,” tegas Dedi.

Teknologi yang diterapkan pada lahan pendampingan ini menggunakan varietas unggul baru (VUB) Inpari Nutri Zinc yang memiliki beberapa keunggulan. Diantaranya, tahan hama WBC biotipe (1 dan 2), tahan penyakit blas (ras 0.33, 0,73, dan 133), potensi hasil 9,98 ton/ha, serta keunggulan khusus yaitu memiliki rata-rata kandungan Zn 29, 54 ppm. Yang disebutkan terakhir ini diharapkan dapat berperan mengatasi kekurangan gizi Zn yang menjadi salah satu penyebab stunting.

Kepala BPTP Gorontalo, Amin Nur, mengatakan sudah menjadi tugas bersama melakukan penderasan inovasi teknologi tepat guna spesifik lokasi.

“Melalui Display teknologi diharapkan petani dapat mencontoh dan menerapkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani sekaligus mengatasi kekurangan gizi Zn sebagai salah satu penyebab stunting,” jelas Amin Nur.

Baca Juga :   Kementan dan Kemendikbud Jalin Kolaborasi Penerapan Konsep Merdeka Belajar

Kegiatan ini juga dihadiri oleh pejabat setempat dan ketua brigade tanam.

Selain penggunaan VUB, pada lahan ini juga diterapkan penanaman dengan jumlah bibit 1-3 batang per lubang (titik tanam).

Hal ini dimaksudkan untuk menghindari pengaruh kompetisi, agar bibit dapat menghasilkan jumlah anakan dengan pertumbuhan yang optimal. Selain hal tersebut, meminimalkan penggunaan jumlah bibit sebab jika per lubangnya lebih banyak (>3 bibit per lubang), akan memerlukan benih yang lebih banyak pula.

Selanjutnya, penggunaan pupuk dilakukan secara berimbang dengan menggunakan pupuk organik. CHA2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *