Dukung Diversifikasi Pangan, Siswa SMK PP Negeri Sembawa Manfaatkan Singkong Jadi Gaplek dan Tepung

Kamis (7/10/2021) Generasi milenial kini harus terus mengikuti serta memanfaatkan kecanggihan teknologi dan menjadikannya sebagai kekuatan untuk mencari peluang di masa depan. Peranan teknologi ini sebagai penghela tumbuhnya agroindustri pangan lokal yang dapat menggerakkan ekonomi masyarakat dan diversifikasi pangan secara simultan.

Untuk itu, SMK PP Negeri Sembawa sebagai UPT Pelaksana teknis selalu berupaya untuk melakukan inovasi secara terus-menerus selaras dengan tuntutan pasar melalui pengolahan bahan pangan seperti pengolahan singkong menjadi gaplek.

Patut kita ketahui bahwa pada dasarnya singkong, setelah panen memiliki karakteristik mudah rusak baik secara fisiologis maupun mikrobiologis sehingga tidak tahan lama disimpan. Hal ini menimbulkan masalah dalam pemasaran dan pemanfaatannya karena dapat menyebabkan penurunan mutu sekaligus kehilangan hasil hingga 25%.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyatakan, pangan lokal menjadi pangan alternatif yang harus mulai diberi perhatian khusus. Oleh karenanya, untuk menjamin keberlanjutan pangan olahan dari singkong harus memanfaatkan lahan yang ada, bangun pangan lokal mulai dari skala rumah tangga supaya ketahanan pangan bisa terjaga.

Konsep ketahanan pangan tidak hanya bicara tentang ketersediaan pangan hari ini tetapi lebih dari itu adalah tentang bagaimana mencetak generasi yang lebih baik ke depannya dengan kecukupan makanan yang lebih sehat dan bergizi, generasi yang lebih baik karena anak mudanya ikut ambil peran, dan generasi yang lebih baik, karena kesejahteraan masyarakatnya ikut meningkat, tegas Mentan SYL.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, mengungkapkan Penekanan pengolahan pangan lokal ini dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah (value added) melalui kreatifitas usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan kelompok tani. Paradigma pertanian dulu yakni tanam-petik-jual, sekarang setelah dipetik harus diolah dahulu (pascapanen atau pengolahan pascapanen) harus diproses terlebih dahulu untuk meningkatkan nilai jual.

Baca Juga :   Kementan Siapkan Strategi Jitu Penuhi Kebutuhan Gula Nasional

Sektor pertanian adalah sektor yang menjanjikan, terbukti banyak pemuda-pemuda terdidik saat ini yang menjadi pelopor dalam usaha pertanian. Ini adalah contoh nyata bahwa pertanian tidak identik dengan kotor dan kemiskinan, apalagi ditunjang dengan mekanisasi dan inovasi pertanian yang menjadikan pertanian menjadi lebih modern dan menjanjikan, ungkap Dedi Nursyamsi
Singkong atau ubi kayu sebagai komoditas pangan alternatif ini patut diberikan perhatian lebih karena memiliki prospek yang bagus. Sehingga dalam penanganan pascapanen harus betul serius dilakukan guna mempertahankan mutu ubi kayu baik dalam bentuk segar maupun produk antara yang akan diolah lebih lanjut dalam industri pengolahan ubikayu.

Teknologi pascapanen yang tepat guna untuk mencegah kehilangan hasil, mempertahankan mutu dan mengawetkan ubikayu baik dalam bentuk segar maupun produk antara yang dapat digunakan sebagai bahan baku produk olahan pangan dan industri. Diharapkan pemanfaatan singkong ini dapat mendukung upaya penganekaragaman produk olahan ubikayu, meningkatkan nilai tambah sekaligus memacu pengembangan agroindustri berbasis ubikayu .” Ujar Yuli Herlina selaku guru produktif APHP.
Proses pembuatannya gaplek yaitu singkong dikupas, dibersihkan, dipotong-potong lalu dijemur.

Tahapan tersebut merupakan gambaran sederhana dalam pembuatan gaplek dari singkong. “Tegasnya.
Terakhir, Nantinya gaplek dapat dikreasikan menjadi produk lebih lanjut seperti tepung gaplek sebagai bahan utama ataupun bahan campuran dalam pembuatan roti, kue-kue, dan mie. SMKPP Negeri Sembawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *