oleh

Pertajam Kompetensi Mandor Sawit, SMKPP Kementan Libatkan Industri

MUSI BANYUASIN – Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya membuktikan komitmennya dalam mencetak petani-petani muda di seluruh penjuru negeri, supaya sumber daya manusia (SDM) di bidang pertanian semakin berkompeten.

Hal ini juga dilakukan SMKPP Negeri Sembawa, salah satu pendidikan vokasi di Kementerian Pertanian. SMKPP Sembawa mempertajam kompetensi mandor sawit dengan melibatkan industri dan dunia kerja.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, mengajak masyarakat Indonesia untuk membangun sektor pertanian secara total.

“Saya lihat selama dua tahun pandemi berlangsung, sektor pertanian Indonesia diam-diam mampu menghapus air mata rakyat yang sama-sama menghadapi turbulensi ekonomi,” ujar Mentan.

Menurutnya, banyak cara yang bisa dilakukan masyarakat untuk membuat pertanian Indonesia semakin maju dan berkembang. Salah satunya dengan meningkatkan SDM pertanian agar lebih kompeten, melalui Pendidikan vokasi milik Kementan.

SMK PP Negeri Sembawa sebagai salah satu penyelenggara pendidikan vokasi pertanian menerjunkan 151 siswa untuk praktik kerja lapangan (PKL) di 17 Industri dan Dunia Kerja (IDUKA) yang tersebar di wilayah Sumatera Selatan.

PKL adalah salah satu bentuk implementasi secara sistematis dan sikron antara program pendidikan di sekolah dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan kerja secara langsung didunia kerja untuk mencapai tingkat keahlian tertentu.

Di awal tahun 2022 SMK PP Negeri Sembawa mulai menggandeng PT. Hindoli Cargill Company yang berlokasi di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, agar bisa melakukan PKL di Kebun sawit milik Perusahaan. Alhasil dari program studi (Prodi) Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP) berhasil diberangkatkan sebanyak 14 siswa.

Sebelumnya telah ada penandatanganan MOU antara PT. Hindoli Cargill Company dengan SMK PP Negeri Sembawa. Akan tetapi memang baru di tahun 2022 PT. Hindoli Cargil Company membuka ruang untuk siswa PKL di kebun milik perusahaan.

Baca Juga :   Penuhi Kebutuhan Pangan Menjelang Hari Raya, Kementan Gelar Pangan Murah di Provinsi Sumatera Selatan

“Kami berharap kedepan ada Kerjasama yang baik antara Perusahaan Kami dengan SMK PP Negeri Sembawa, mungkin selain PKL nantinya kami juga akan melakukan rekrutmen pegawai dari lulusan SMK PP,” lanjut M Anton Bagus Asmara, selaku Presiden Direktur PT Hindoli Cargil Company.

Selanjutnya Kepala SMK PP Negeri Sembawa, Ir. Mattobi’i, mengatakan PT Hindoli Cargill Company merupakan salah satu perusahaan besar bidang perkebunan sawit di Sumatera Selatan dan diharapkan siswa dapat belajar untuk menjadi mandor baik pembibitan, penanaman, dan panen sesuai SOP perusahaan. Sehingga kompetensi mereka meningkat dan ketika lulus siap untuk terjun sebagai job sekeer.

“Tapi mungkin kedepannya lebih banyak siswa yang ikut belajar PKL di Perusahaan Hindoli Cargil Company. Tahun ini mungkin hanya 14 siswa tapi mudah-mudahan di tahun depan bisa lebih banyak siswa yang bisa melakukan PKL di perusahaan Hindoli Cargil Company” katanya.

Di PT. Hindoli Cargil Company, nantinya siswa akan diberi pengetahuan tentang bagaimana manajeman perkebunan tanaman kelapa sawit di perusahaan. Beberapa Kegiatan yang akan dilakukan antara lain pemanfaatan limbah tandan kosong kelapa sawit (tangkos) sebagai pupuk organik, pemanenan tandan buah segar kelapa sawit, pemupukan, hingga proses buah segar menjadi CPO di pabrik pengolahan kelapa sawit.

Menanggapi hal ini, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menuturkan bahwa pertanian harus didukung semua kalangan apalagi generasi milenial sebagai generasi penerus bangsa.

“Kementan berupaya menumbuhkan minat bertani pada generasi muda untuk melakukan regenerasi petani sekaligus melahirkan pengusaha muda pertanian. Selain inovasi dan teknologi, upaya ini juga harus mendapat dukungan dari semua pihak,” tegasnya. SMKPP Negeri Sembawa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed