oleh

Gamal Institute Anugerahkan Gamal Award Kepada Pemda dan Aparatur Sipil Perkebunan

Oleh :

Halomoan Hendratno, SP., MMA. (Sub Koordinator Kelembagaan Produksi Benih, Kelompok Kelembagaan Benih, Direktorat Perbenihan Perkebunan)

dan

Drs. Nono Suharyono (Fungsional Pranata Humas Ahli Madya)

Ditengah berbagai gelombang yang dihadapi perkebunan nasional dan isu hangat terkait masalah integritasi dari aparatur sipil negara, Gamal Institute kembali memberikan memberikan Gamal Award kepada pemerintah dan aparatur sipil. Adapun tema yang diusung “Saatnya Pemerintah dan Aparatur Perkebunan Menjadi Katalisator Pengembangan Perkebunan” (28/10).

Ir. Gamal Nasir, MS selaku founder Gamal Institute menyampaikan dalam sambutannya, pemberian Gamal Award bertujuan untuk menunjukkan bahwa masih banyak aparatur sipil negara yang memiliki visi, integritas dan memiliki spirit melayani masyarakat, sehingga berkontribusi terhadap kemajuan di bidang perkebunan.  Sehingga memberikan jawaban ditengah tumbuhnya generalisasi persepsi negatif terhadap aparatus sipil negara. Di sisi lain, diharapkan keberadaan tokoh-tokoh penerima penghargaan dapat menjadi inspirasi bagi aparatus sipil lainnya.

Untuk pemerintah daerah, Gamal Institute memberikan Gamal Award kepada Kabupaten Meranti, Riau dan Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Kabupaten Meranti mendapatkan penghargaan dengan kategori Pemerintah Daerah sebagai Pemerintah Daerah Sukses Mengembangkan Perkebunan Sagu Bernilai Tambah karena sukses mengembangkan sagu, komoditas yang indentik dengan Indonesia bagian Timur. Saat ini kabupaten ini sudah mampu memproduksi sagu sebanyak   676 ton/hari. Ketersediaan bahan baku ini telah menciptakan industri pengolahan yang menciptakan perputaran uang yang cukup besar di Kabupaten ini. Tercatat terdapat  360 Produk olahan dari kabupaten ini dan dihasilkan sekitar 70  Perusahaan.

Kabupaten Kolaka Utara mendapatkan penghargaan dengan kategori Pemerintah Daerah Kolaka Utara sebagai Pemerintah Daerah Sukses Mengembangkan Kakao Bernilai Tambah, karena dianggap konsisten dalam mengembangan kakao, ditengah tingginya laju konversi  komoditas bahan baku cokelat kepada tanaman lain. Sejak tahun 2018 7,900.000 batang bibit dibagikan dan mencanangkan program revitalisasi kakao 43.000 ha. Selin itu pembinaan petani dilakukan secara konsisten melalui Lembaga Ekonomi Masyarakat Sejahtera dan Pengembangan Koperasi. Saat ini petani kakao asal Kolaka Utara sukses menembus pasar Jepang sebagai biji kakao premium

Baca Juga :   Kultur Jaringan, Terobosan Inovasi Pengadaan Benih Tebu

Sementara untuk kategori aparatur sipil, Gamal Institute memberikan penghargaan kepada Prof. Dr. Ir. Novarianto Hengky, MS untuk kategori sebagai Penggagas, Pemulia dan Penghasil Varietas kelapa katalisator pengembangan perkebunan  karena memiliki peran dalam pelepasan varietas unggul  kelapa. Setidaknya tercatat lebih dari 10 varietas kelapa yang telah beliau lepaskan bersama tim peneliti Balitpalma dan sekitar 20 varietas untuk kelapa, aren, pinang dan palma lainnya . Puncaknya pencapaiannya sebagai pemulia Hengniu ini yang melalui kerjasama dengan swasta tahun 2023 sudah mulai berproduksi, yang merupakan lompatan dalam industri perbenihan kelapa.

Gamal Institute memberikan penghargaan kepada Dra. Endang Hadipoentyanti, MS, untuk kategori Penggagas, Penghasil Varietas atsiri dan vanili, katalisator pengembangan perkebunan yang pernah menjadi peneliti di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat dan saat ini berkiprah di Badan Riset dan Inovasi Nasional Pelaku. Pemulia ini memiliki peran penting dalam varietas unggul  vanili, maupun atsiri yang saat ini telah digunakan secara luas dalam pengembangan. Sebut saja, sitrona 1, vania 1, vania 2,  dan baru saja juga dilepas vanili dengan kadar vanili yang fantastik dan tahan penyakit busuk batang yakni Sovania Agribun. Setidaknya ada 12 varietas yang dilepas oleh pemulia ini, dan jutaan benih varietas tersebut sudah digunakan secara luas oleh masyarakat dan menciptakan bisnis benilai milyaran rupiah.

Untuk aparatur yang berasal dari Dinas, Gamal Institute memberikan penghargaan kepada Ir. Nurdan dengan kategori Penggagas dan Inisiator Pengembangan Kebun Sumber Benih. Selama sebagai Kepala Balai Pengawasan dan Pengujian Mutu Benih (BP2MB) Provinsi Sumatera Barat, memiliki peran dibalik terbangunnya sejumlah kebun sumber benih tanaman perkebunan. Sementara di provinsi lain realisasi pembangunan kebun sumber benih tidak mencapai 10 persen. Tidak heran hampir seluruh sumber benih komoditas unggulan perkebunan bisa dijumpai di Provinsi Ranah Minang ini, seperti kebun induk kakao, gambir, sereh wangi, kelapa, pinang, kebun entres kopi, kakao, kebun sumber benih tembakau. Keberadaan kebun sumber benih tersebut berkontribusi pada peningkatan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan bibit unggul.

Baca Juga :   Produsen Kecambah Sawit Didorong Sertifikasi Mandiri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed