Industri Benih Mendukung Pertanian Masa Depan

Oleh :

Saipulloh, SP, M.Si (Pengawas Benih Tanaman Direktorat Jenderal Perkebunan)
dan
Drs. Nono Suharyono (Pranata Humas Ahli Madya Direktorat Jenderal Perkebunan)

Membangun industri perbenihan merupakan upaya mendasar dalam pembangunan sektor pertanian keseluruhan. Benih unggul bermutu merupakan penentu dalam produktivitas dan kualitas produk suatu usaha tani, baik untuk usaha tani besar maupun usaha tani kecil. Membangun industri perbenihan juga menjadi landasan yang baik bagi proses produksi yang berbasis produk pertanian.

Produk industri perbenihan yang unggul dan berkualitas tinggi serta murah akan menjamin keuntungan dan memperkecil resiko bagi petani produsen, baik itu dari usaha tani kecil ataupun besar. Bagi petani penggunaan benih unggul yang spesifik wilayah akan memberikan jaminan bagi usaha taninya. Dengan demikian upaya tersebut meningkatkan produktivitas tanaman yang diusahakannya serta taraf hidup dan kesejahteraan para petani.

Industri benih merupakan syarat penting bagi pertanian tangguh yang berorentasi pasar. Prosesnya berawal dari produk yang belum siap pakai dan berakhir menjadi produk siap pakai yang berupa benih suatu varietas/klon tanaman. Industri benih menghadapi permintaan benih berkualitas yang bersumber dari permintaan pasar untuk suatu komoditas dengan syarat-syarat tertentu (Prof. Sadjad, 1997).

Dalam pertanian maju, benih memegang peranan penting sebagai sistem penyalur (delivery system) atau pembawa teknologi baru (carrier of new technology). Beberapa teknologi baru (varietas baru) tersampaikan ke petani melalui benih bermutu. Kualitas benih varietas unggul harus diketahui baik sebagai komponen kunci didalam paket input yang dibutuhkan untuk memperbaiki produksi tanaman maupun sebagai katalis untuk mengeksploitasi teknologi baru dalam produksi tanaman untuk memenuhi permintaan. Benih tidak dapat diproduksi secara mendadak tetapi memerlukan perencanaan yang baik. Perencanaan dan penanganan yang kurang baik dapat merugikan dalam produksi benih.

Baca Juga :   FAO Bangga Indonesia Capai Swasembada

Pemuliaan tanaman yang aktif dan produktif merupakan dasar untuk industri benih. Varietas baru yang telah dilepas dengan sifat-sifat yang unggul (produksi tinggi, resisten terhadap hama dan penyakit) harus dapat sampai ke petani. Varietas/klon unggul ini dapat dijamin melalui pengawasan mutu yang ketat juga merupakan komponen industri benih.
Berdasarkan teknologi yang digunakan, industri benih dapat dibagi menjadi lima tingkat yaitu : Industri benih tingkat satu, teknologi yang digunakan sederhana, pembersihan benih hanya menggunakan alat-alat sederhana. Industri benih tingkat dua, industri dengan menggunakan mesin-mesin pembersih seperti “air screen cleaner/ASC”. Industri benih tingkat tiga, industri ini melaksanakan tahap lanjutan dari industri benih tingkat dua, dengan pemilahan benih yang sudah bersih dan dipilah berdasarkan besar, panjang, lebar, tebal, atau berat butiran serta menghasilkan benih yang prima. Industri benih tingkat empat, industri ini juga memiliki kegiatan penelitian dan pengembangan disamping proses produksinya seperti industri tingkat tiga.

Industri benih tingkat lima, industri ini memiliki kemampuan untuk memproduksi benih hasil penelitian sendiri. Kegiatan penelitian dan pengembangan disini, selain memproduksi hibrida yang selalu diperbaharui, juga melakukan penelitian dan pengembangan bioteknologi. Industri benih tingkat lima menerapkan teknologi sangat canggih dan memiliki kemampuan dalam mengusahakan rekayasa genetik sehingga benih yang dihasilkan memiliki keunggulan yang sangat spesifik (Prof. Sadjad, 1997).

Demikian pentingnya benih dalam komponen pertanian kiranya perlu disusun strategi pengembangan industri perbenihan dengan terintegrasi dengan sektor lainnya. Hal ini dapat menjadi pengkayaan pengetahuan terhadap kegiatan pengawasan petugas Pengawas Benih Tanaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *