Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar, SMKPP Kementan Terapkan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

PALEMBANG – Kementerian Pertanian terus mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan yakin dengan pendidikan vokasi akan menjadikan para petani milenial yang lebih berkualitas.

“Hadirnya kurikulum merdeka dalam pendidikan vokasi, akan menjadikan petani milenial yang mampu memberikan inovasi dalam pertanian. Karena bagaimanapun, masa depan pertanian ada di generasi milenial,” katanya.

Sedangkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa guna mendukung pembangunan pertanian yang maju, mandiri dan modern, perlu dilakukan penyiapan, pencetakan SDM pertanian unggulan.

“Penerapan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), akan membuat siswa jauh lebih kreatif dan inovatif dalam bertindak”, ujar Dedi.

P5 merupakan salah satu bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka dan merupakan salah satu pembelajaran lintas disiplin ilmu untuk mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitarnya.

SMK PP Negeri Sembawa yang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Kementan yang ada di daerah juga ikut menggunakan kurikulum merdeka dan menerapkan P5.

Salah satunya dengan membuat salah satu kerajinan khas Provinsi Sumatera Selatan yaitu kain jumputan. SMK PP N Sembawa mengajak siswanya mengunjungi pusat kerajinan jumputan yang ada di JL. Aiptu A. Wahab No. 32 di Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Jakabaring, Kota Palembang tepatnya di Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Salsabila 006 Jumputan.

Sebanyak 36 orang yang berasal dari guru dan siswa SMK PP N Sembawa mengimplementasi P5 melalui pembelajaran praktik pembuatan kain jumputan yang dilaksanakan di Salsabila 006 Jumputan milik H. Jamhari.

“Kami sangat bersyukur dan menyambut baik dengan kedatangan siswa dari SMK PP N Sembawa, yang ingin belajar proses atau cara membuat kain jumputan, prosesnya rumit tapi saya lihat mereka sangat antusias”, ujar Jamhari.

Baca Juga :   Kenali Dunia Pertanian, Siswa SMP Palembang Kunjungi Agroeduwisata Kementan

Dalam kegiatan praktik ini terdapat sebanyak 31 siswa yang bagi kedalam 2 kelompok, 1 putra dan 1 putri. Untuk kelompok I putra diberikan motif jelujur atau dijahit sedangkan kelompok II putri diberikan motif Tabur atau tanpa jelujur. Tahapan awal kegiatan menjumput adalah pembuatan pola, kemudian dilanjutkan dengan tahap penjumputan, lalu dilakukan tahap pencelupan, setelah itu proses pembongkaran dan penjemuran.

Siswa SMK PP N Sembawa terlihat sangat antusias dan senang karena mereka bisa langsung praktik dalam pembuatan kain jumputan sesuai pola yang mereka inginkan. Siswa tak hanya melakukan kegiatan praktik pembuatannya saja melainkan juga diberikan pemahaman mengenai penjelasan bahan bahan dan prosedur kerjanya

“Kami sangat berterima kasih dengan Salsabila 006 Jumputan terutama kepada H Jamhari yang bersedia kami repotin dalam praktikum kali ini. Semoga kedepannya anak-anak kami memiliki keahlian dalam penjumputan dan bisa melestarikannya”, ujar Yudi Astoni, Kepala SMK PP N Sembawa. SMKPP Negeri Sembawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *