Membangun Sinergi Dinamika Kelompok : Diklat Tanaman Obat Sebagai Pestisida

Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia memiliki dua potensi, yaitu potensi subjektif dan potensi objektif.  Melalui potensi subjektif, manusia dapat berlaku sebagai subjek yang mengatur dan mempengaruhi lingkungan dan dengan potensi objektif, manusia dapat dipengaruhi oleh lingkungan disekitarnya. Secara antropologis, dapat diyakini bahwa, sebagai makhluk hidup manusia akan selalu mengalami perubahan, pertumbuhan dan perkembangan, Proses ini akan berjalan secara alamiah.

Pelatihan merupakan upaya percepatan dan pemberian arah yang lebih tajam dari proses alamiah tersebut, yaitu mempercepat terjadinya perubahan, pertumbuhan dan perkembangan dalam pengetahuan, keterampilan dan sikap. Untuk   itu   proses    peningkatan   kemampuan  berkelompok  secara  dinamis, disamping dapat menggali dan memperkuat potensi yang ada di dalam diri manusia, harus juga mampu memberikan pengalaman belajar secara langsung,yang sekaligus dapat mempengaruhi otak, sebagai sumber intelegensia, jiwa, sebagai sumber perasaan dan raga, sebagai sumber karya (keterampilan).

Penerapan Dinamika Kelompok dapat dipakai sebagai pengantar dalam pelaksanaan suatu pelatihan. Dalam suatu pelatihan, fasilitator seringkali menggunakan prinsip atau berbagai permainan dinamika kelompok.  Dinamika kelompok disini tidak dipandang hanya sebagai acara perkenalan dalam arti yang sempit, hura-hura dan membuang waktu saja, tetapi digunakan untuk menunjang keberhasilan dari suatu pelatihan itu sendiri.

Dinamika kelompok sebagai suatu metoda dan proses, merupakan salah satu alat manajemen untuk menghasilkan kerjasama kelompok yang optimal, agar pengelolaan organisasi menjadi lebih efektif, efisien dan produktif. Sebagai metoda, dinamika kelompok, membuat setiap anggota kelompok semakin menyadari siapa dirinya dan siapa orang lain yang hadir bersamanya dalam kelompok dengan segala kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kesadaran semacam ini perlu diciptakan karena kelompok atau organisasi akan menjadi efektif apabila memiliki satu tujuan, satu cara tertentu untuk mencapai tujuan yang diciptakan dan disepakati bersama dengan melibatkan semua individu anggota kelompok tersebut sesuai dengan kemampuannya masingmasing.

Baca Juga :   Cegah Krisis Pangan, Kementan Kembali Lakukan Kick Off Padi Gogo di Lahan Kebun Kelapa Kab. Bone Bolango

Sebagai suatu proses, dinamika kelompok berupaya menciptakan situasi sedemikian rupa, sehingga membuat seluruh anggota kelompok merasa terlibat secara aktif dalam setiap tahap perkembangan atau pertumbuhan kelompok, agar setiap orang merasakan dirinya sebagai bagian dari kelompok dan bukan orang asing. Dengan demikian diharapkan bahwa setiap individu dalam organisasi merasa turut bertanggungjawab secara penuh terhadap pencapaian tujuan organisasi yang lebih luas.   Oleh karena itu, pemahaman tentang dinamika kelompok sangat diperlukan, agar kita dapat membina kekuatan kolektif (collective power) di dalam organisasi dengan cara-cara yang sehat.

Kementerian Pertanian (Kementan) RI melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus berupaya meningkatkan kapasitas SDM Pertanian guna mendukung terwujudnya kedaulatan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengatakan peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu fokus Kementan.

“Salah satu fokus kita adalah meningkatan kualitas SDM. Dengan SDM yang berkualitas tersebut, kita akan meningkatkan pertanian,” ujarnya.

Dalam upaya meningkatkan SDM pertanian khususnya pertanian presisi,  Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, menyelenggarakan pelatihan tanaman obat sebagai pestisida.  Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta petani milenial yang berasal dari tujuh Provinsi  yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Barat, Banten, NTB, dan Bali.

Pelatihan ini sangat diapresiasi oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDM), Dedi Nursyamsi. Ia mengatakan bahwa kunci pembangunan suatu bangsa diawali dari pembangunan SDM.

“Kuncinya adalah pembangunan SDM-nya, pendidikannya, pelatihannya, penyuluhnya,” tegas Dedi Nursyamsi.

Melalui dinamika kelompok diharapkan pelatihan yang dibangun sejak awal akan berjalan dengan baik dan lancar serta memberikan pengalaman yang baik bagi seluruh peserta. Isdianto/ Yeniarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *