Ditjenbun Pantau Terus Progress Nurseri Tebu Demi Hasilkan Benih Unggul Bermutu

Surabaya – Salah satu kunci keberhasilan dalam peningkatan produksi dan produktivitas tebu dibutuhkan penggunaan benih unggul bermutu dan bersertifikat. Untuk itu pentingnya keterjaminan ketersediaan benih unggul bermutu.

Hal tersebut diwujudkan Ditjen Perkebunan dengan melakukan pembangunan Nurseri, yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta pembangunan kebun sumber benih di sejumlah kawasan pengembangan komoditas tanaman perkebunan, salah satunya di tahun 2023 Nurseri Tebu di Kabupaten Tuban.

Ditjen Perkebunan terus berupaya mengawal progress nursery perkebunan. “Kami lakukan koordinasi dan melakukan kunjungan ke lokasi-lokasi nursery untuk meninjau bagaimana perkembangan pembangunan nursery. Kami juga berupaya berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai pihak terkait salah satunya dengan instansi terkait, agar dalam pelaksanaan pengembangan nursery dapat berjalan sesuai target dan dapat menyediakan kebutuhan benih secara lebih optimal,” ujar Gunawan, Direktur Perbenihan Perkebunan.

Setelah penyediaan benih dikembangkan dengan baik diharapkan dapat memenuhi kebutuhan benih di Pulau Jawa dan Lampung serta wilayah lainnya, dan dapat memperkuat ketersediaan benih komoditas perkebunan. “Saya harap kedepannya Pusat Nursery Perkebunan ini dapat berkembang lebih luas, dengan benih komoditas perkebunan lainnya,” harap Gunawan.

Diketahui bahwa beberapa waktu lalu, Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Surabaya (BBPPTP) Surabaya, melaksanakan kegiatan operasional nurseri meliputi produksi benih tebu hasil kultur jaringan baik berupa planlet tebu, benih pasca tebu aklimatisasi dan benih siap tanam asal kultur jaringan.

Selain itu juga dilaksanakan monitoring terhadap produksi Planlet Tebu Hasil Kultur Jaringan Produksi planlet tebu agar perkembangannya dapat berjalan sesuai dengan tahapan pertumbuhan mengacu pada protokol yang telah ditentukan, serta melakukan kunjungan ke ruang trasfer yang digunakan untuk isolasi meristem, multiplikasi tunas dan induksi akar dalam kondisi steril.

Baca Juga :   Pastikan Program Utama Kementan Berjalan, BPPSDMP Lakukan Konsolidasi

Menurut Kepala BBPPTP Surabaya, Fausiah, T. Ladja, kegiatan kultur jaringan sudah dilaksanakan dengan baik, perlu dipertahankan dan ditingkatkan.

Fausiah menjelaskan, Petugas Lab kultur jaringan bisa mengembangkan komoditas lainnya melalui kutur jaringan. Kegiatan Aklim 1 dan Aklim 2 bisa dioptimalkan lagi, jika memungkinkan aklim 1 dapat dilakukan juga di Polbangtan malang.

Lebih lanjut Fausiah mengatakan, untuk area pembesaran harus dioptimalkan sehingga kedepannya area pembesaran bisa digunakan secara maksimal. Selain itu perlunya bersinergi dan berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Kab Tuban untuk melakukan pengukuran, dan pemasangan batas serta pemasangan papan nama.

“Saya berharap dengan adanya pengawalan secara konsisten dan kontinyu terhadap pengembangan nurseri ini diharapkan kedepannya produksi dan produktivitas komoditas perkebunan dapat terus meningkat, berjalan lebih optimal dan ketersediaan benih unggul bermutu dapat terjaga dan aman,” harap Fausiah. Humas Ditjenbun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *