Kolaborasi Kementan, Pemkab Banyuwangi dan P4S Perkuat Kelembagaan Petani

Banyuwangi – Forum Komunikasi (FK) P4S Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Pertemuan Triwulan yang dilaksanakan di P4S Sirtanio di Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi pada Selasa, 6/6/2023. Beberapa perwakilan pengelola P4S diseluruh Provinsi Jawa Timur menghadiri kegiatan tersebut. Sebagai penanggungjawab P4S di Jawa Timur, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan menghadiri kegiatan tersebut, yang juga dihadiri oleh Asisten II Bidang Perekonomian mewakili Bupati Banyuwangi, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, dan seluruh SKPD Kabupaten Banyuwangi.

Setiba dilokasi, Asisten II Bidang Perekonomian, Dwi Yanto, didampingi Kepala BBPP Ketindan, Sumardi Noor, beserta seluruh jajaran SKPD Kabupaten Banyuwangi dan para pengelola P4S memberikan santunan kepada anak yatim dan dilanjutkan mengunjungi kegiatan pameran produk organik.

Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya atau P4S adalah kelembagaan pelatihan dengan metode permagangan pertanian dan perdesaan yang didirikan, dimiliki dan dikelola oleh pelaku utama dan pelaku usaha secara swadaya baik perorangan maupun kelompok.

Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL) pun mengatakan bahwa P4S dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta membentuk sikap positif petani terhadap perkembangan teknologi yang berorientasi agribisnis dan berbasis kearifan lokal.

Dalam sambutannya, Asisten II Bidang Perekonomian, Dwi Yanto, mengatakan pertanian di Banyuwangi menyimpan potensi yang sangat luas dan dalam. Untuk dapat mengoptimalkan seluruh potensi tersebut, diperlukan instrumen teknologi.

“Inovasi pertanian digital dengan memanfaatkan teknologi dan informasi dapat menjadi salah satu cara agar sektor pertanian diminati kaum milenial. Sehingga, ke depannya regenerasi petani dapat terjaga. Selain itu, inovasi digital dapat membuat pertanian modern semakin produktif,”ujarnya.

Dwi Yanto juga menandaskan untuk mewujudkan Pertanian modern  sejatinya sejalan dengan marwah mewujudkan  pertanian modern berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan dinas pertanian dan pangan dan P4S dalam mengimplementasikan pertanian berbasis teknologi informasi melalui pemberdayaan petani dengan tetap mengedepankan terwujudnya sustainable agriculture (pertanian berkelanjutan).

Baca Juga :   Siapkan Generasi Muda Jadi Petani Muda Sukses, Politeknik Enjinering Kementan Gelar Kuliah Umum

Sementara itu, Kepala BBPP Ketindan, Sumardi Noor, mengatakan, kegiatan pertemuan triwulan ini berlangsung dengan maksud agar tercipta komunikasi yang efektif diantara anggota FK P4S Provinsi Jatim, sehingga terjalin suatu kerjasama yang akurat dengan sesama P4S. Dan bukan hanya itu saja, di dalam forum ini para peserta juga memperoleh tambahan ilmu melalui sosialisasi adaptasi dan mitigasi dampak perubahan iklim yang dikenal sebagai ancama El Nino maupun krisis global lainnya.

“Adanya kegiatan pertemuan Triwulan FK P4S Provinsi Jatim ini tercipta suatu bentuk pembinaan, pendampingan yang sinergi untuk menyukseskan program-program yang telah direncanakan, yang tentunya juga untuk mendukung program-program strategis dari Kementerian Pertanian. Karena dalam kondisi apapun, kegiatan pertanian tidak boleh berhenti, P4S harus kreatif dan produktif, menuju pertanian yang maju mandiri dan modern,” ujar Sumardi Noor.

Menanggapi arahan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Dedi Nursyamsi mengatakan, bahwa untuk mewujudkan mimpi untuk masa depan bangsa salah satunya melalui P4S. Dimana P4S adalah pelaku utama yang bukan hanya berusaha di on farm (tanam dan panen), tapi juga sebagai pelaku usaha.

Ia menambahkan bahwa P4S tak sekadar mampu membuat produk keren, tapi juga olahannya keren. P4S merupakan pelopor dan motivator, serta motor penggerak pembangunan perdesaan. Ciri utama mereka adalah inovasi yang menonjol.

Melalui kegiatan ini, BBPP Ketindan juga menyerahkan sertifikat klasifikasi dan SK Kelembagaan P4S, sertfikat pangan organic, pelepasan ekspor beras organik, dan launching inovasi “Cek Pubertas” yakni Cek Pupuk Bersubsidi Terbatas. Dan diakhiri dengan dialog interaktif dengan tema kolaborasi dan membangun jejaring kemitraan P4S. Dedy Syathori/ Yeniarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *