Kementan Giatkan Penggelolaan Irigasi Pertanian Untuk Antisipasi El Nino

JAKARTA – Sektor Pertanian terbukti menjadi sektor terkuat selama Indonesia dan juga dunia dilanda berbagai krisis.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo ( SYL) mengatakan bahwa semua pihak harus bergerak melakukan kolaborasi, adaptasi dan antisipasi terhadap berbagai tantangan yang ada. Termasuk dalam menghadapi cuaca ektrem el nino yang diperkirakan berlangsung hingga Agustus mendatang.

“Saya kira dari apa yang kira lakukan 3 tahun ini semua sudah baik. Hanya memang kita tidak boleh puas dan harus terus kita tingkatkan. Dan saya minta semua siapkan pasukan bantu petani, bantu petani milenial untuk menjaga makanan pangan kita dalam kondisi aman,” ujar Mentan SYL.

Sementara itu agenda kegiatan Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) volume 21 dilaksanakan secara virtual Jumat (16/06/2023) bertemakan Penggelolaan Irigasi Pertanian Untuk Antisipasi El Nino 2023, hadir pada MSPP Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi yang mengatakan irigasi salahsatu faktor produksi utama, dengan irigasi mampu mendongkrak produktivitas sektor pertanian.

“Irigasi faktor produksi yang penting dapat meningkatkan produktivitas sektor pertanian sebanyak 40 persen sampai dengan 60 persen”. jelas Dedi Nursyamsi.

Narasumber MSPP, Direktur Irigasi Pertanian Ditjen PSP, Rahmanto mengatakan menanganan kekeringan di daerah beririgasi dilakukan dengan memanfaatkan sumber-sumber air yang masih tersedia melalui pompanisasi.

“Kita manfaatkan potensi sumber air permukaan sebagai air irigasi, baik di daerah irigasi maupun daerah non irigasi”.ujar Rahmanto.

Lebih lanjut Rahmanto mengatakan bahwa dari prediksi musim kemarau, kami menghimbau seluruh daerah untuk melakukan antisipasi dini dan upaya adaptasi  dan mitigasi, terutama untuk wilayah yang memiliki sejarah kekeringan, agar dapat mengkondisikan diri dan lingkungan menghadapi  fenomena cuaca ekstrim dan potensi bencana kekeringan hidrometerologi yang diperkirakan jauh lebih kering dari 3 tahun terakhir.

Baca Juga :   Mentan Amran: Hasil Panen Jagung Melimpah, Antisipasi Harga di Tingkat Petani Anjlok

“Diharapkan Pemerintah daerah dan mayarakat lebih optimal melakukan penyimpanan air baik dari embung, waduk, danau kolam buatan, sumur dalam dan menyiapkan Pompa Air terutama pada daerah rentan kekeringan yang masih terdapat air untuk memudahkan penyaluran air ke pertanaman”. pungkas Rahmanto. HVY/NF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *