Kementan Lepas Varietas Baru Demi Tingkatkan Produksi dan Produktivitas Tanaman Perkebunan

Depok – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan terus berupaya menjaga kualitas mutu hasil tanaman perkebunan, salah satunya dengan memastikan pekebun menggunakan benih yang telah bersertifikat. Hal ini penting mengingat benih unggul dan bersertifikat merupakan salah satu kunci dalam peningkatan produksi produktivitas tanaman perkebunan, agar mampu bersaing memenuhi tuntutan pasar yang kian berkembang.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, meminta seluruh jajarannya untuk mengawal dan memastikan benih yang dilepas sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Pentingnya perbenihan sebagai fondasi pembangunan pertanian, harus dibina dan diawasi agar terjamin mutu benihnya. Untuk menyediakan benih unggul dilakukan melalui berbagai tahapan, mulai dari identifikasi, inventarsiasi plasma nuftah hingga proses pelepasan varietas,” ujarnya.

Sejalan dengan arahan Mentan, demi memastikan ketersediaan benih dan proses pelepasan benih unggul berjalan secara tepat guna, Ditjen Perkebunan berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait, baik itu lembaga pemerintah maupun swasta, menggunakan metode yang telah teruji dengan pendampingan oleh para pemulia tanaman dan tenaga ahli lainnya kemudian disidangkan dihadapan Tim Penilai Varietas (TPV)

Beberapa waktu lalu, telah digelar sidang Pelepasan Varietas Semester II Tahun 2023 di Depok Provinsi Jawa Barat. Direktur Jenderal Perkebunan diwakili oleh Direktur Perbenihan Perkebunan, Gunawan, mengatakan, “Hadirnya beberapa varietas baru ini diharapkan akan memunculkan varietas yang responsif terhadap perubahan iklim, tahan serangan OPT, peningkatan produksi dan produktivitas tanaman, pekebun memiliki banyak pilihan varietas untuk dikembangkan dilahannya sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian,” ungkap Gunawan (31/10/2023).

Gunawan menjelaskan, dari 10 (sepuluh) calon varietas yang diusulkan, hasil sidang memutuskan 8 (delapan) varietas telah disetujui untuk dilepas yaitu Untuk Pinang Wangi (PWS) usulan dari Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional. Sedangkan untuk Kelapa Sawit (DxP Musim Mas GS1, DxP Musim Mas GS2, DxP Musim Mas GS3, dan DxP Musim Mas GS4) Usulan dari PT. Musim Mas.

Baca Juga :   Kementan Gandeng Pemkot Bogor Dorong Hilirisasi Lewat SKENA

Lebih lanjut Gunawan mengatakan, selain itu juga ada komoditas Tembakau (Kemloko 7 dan Kemloko 8) usulan dari Pemerintah Kabupaten Temanggung (Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Temanggung) bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional dan Balai Standarisasi Instrumen Pertanian Tanaman Pemanis dan Serat. Terakhir, Kakao (Klon BB1) Usulan Badan Riset dan Inovasi Nasional bekerjasama dengan PT. Mars Symbioscience Indonesia.

Ia menjelaskan, hasil sidang ini akan ditindaklanjuti oleh pengusul untuk dilakukan perbaikan sesuai dengan catatan hasil sidang, setelah disesuaikan akan ditetapkan Surat Keputusan Pelepasan Varietas oleh Direktur Jenderal Perkebunan Atas Nama Menteri Pertanian. Humas Ditjenbun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *