Tingkatkan Produksi dan Produktivitas, Kementan Siap Hadapi Musim Tanam

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian. Sektor pertanian terbukti menjadi sektor terkuat selama Indonesia dan dunia dilanda berbagai krisis. Salah satu komoditas pertanian unggulan adalah komoditas hortikultura yang menghasilkan keuntungan besar, sehingga menghasilkan pendapatan yang banyak, terutama untuk buah yang sudah di ekspor ke berbagai negara.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman diberbagai kesempatan mengatakan bahwa tujuan utama program pembangunan pertanian adalah menyediakan pangan bagi 273 juta jiwa penduduk Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani dan meningkatkan ekspor melalui peningkatan nilai tambah.

“Kami sangat mengharapkan partisipasi aktif masyarakat dalam menggenjot produksi pangan nasional. Oleh karena itu, persiapan musim tanam yang akan datang pada bulan November dan Desember harus segera disiapkan dengan baik. Koordinasi dengan stakeholder terkait adalah kunci dalam persiapan tersebut”, ujar Menteri Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan kita tidak boleh mengeluh dan harus tetap semangat dalam bekerja.

“Saya mengajak para petani dan penyuluh pertanian untuk meniru para pejuang yang rela berkorban untuk bangsa dan negara”, ujar Kabadan Dedi pada webinar Mentan Sapa Petani Penyuluh (10/11/2023).

Kabadan Dedi juga menyampaikan bahwa berdasarkan prediksi BMKG, bulan November hujan turun berarti musim tanam sudah dimulai, sekitar 70% produksi berasal dari musim rendeng. Sedangkan kalau musim hujan tertunda berarti musim panen juga tertunda, sedangkan kita harus tetap menyediakan bahan pangan. Karena pangan tidak boleh bersoal atau berhenti, tegasnya.

Menguatkan pernyataan Kabadan, Ketua Kelompok Hukum, Layanan Perizinan dan Hubungan Masyarakat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Diah Ismayaningrum mengatakan bahwa arah dan kebijakan hortikultura yaitu meningkatkan daya saing hortikultura. Diantaranya melalui peningkatan produksi, produktivitas, akses pasar, peningkatan nilai tambah didukung sistem pertanian modern yang ramah lingkungan, ujar Diah.

Baca Juga :   Kementan Dorong Produksi Tebu Rakyat Demi Wujudkan Swasembada Gula

Diah menambahkan bahwa arah strategi pembangunan buah tahun 2021 sampai 2024 adalah pengembangan Kampung Buah, penumbuhan UMKM buah melalui bantuan sarana prasarana pasca panen dan pengolahan, serta modernisasi buah melalui pengembangan Sistem Informasi (SI). Selain itu ada juga kegiatan pembangunan buah dari hulu hingga hilir, tambahnya.

Sedangkan strategi untuk menghadapi dampak perubahan iklim dan krisis pangan global melalui budidaya off season dengan screenhouse, penyediaan benih cabai dan bawang sebanyak 68 juta dengan soil block seedling. Selain itu, ada juga kerjasama produksi cabai dan bawang merah off season dengan champion, pengembangan pengorganisasian klinik OPT di lokasi kampung hortikultura dan penanganan area terdampak kekeringan serta pengolahan limbah hortikultura untuk pupuk organik kompos, pungkasnya. HV/NF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *