Optimalkan Lahan Melalui Integrasi Kelapa dan Jagung

Wajo – Kementerian Pertanian fokus mempercepat langkah menuju swasembada pangan dengan berbagai strategi, salah satunya melalui gerakan percepatan Luas Tanam Tambah (LTT) tanam jagung di beberapa  wilayah Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman optimis akselerasi percepatan tanam jagung yang diselingi komoditas strategis lainnya seperti tanaman kelapa akan semakin mendorong wujudkan kemandirian pangan nasional.

Mewakili Menteri Pertanian, Direktur Jenderal Perkebunan (Dirjen Perkebunan) Andi Nur Alam Syah bersama Bupati Wajo, Kepala Dinas DPKP, Kepala BBPPTP Surabaya dan Kepala BPTP Pontianak gelar pencanangan program integrasi komoditas perkebunan dengan tanaman pangan, kali ini penanaman benih jagung dan kelapa, di Desa Liu, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Kecamatan Sabbangparu memiliki potensi jagung seluas 2.500 ha sedangkan kelapa sebesar 3.000 ha. Untuk Desa Liu sendiri memiliki potensi jagung sebesar 207 ha dan kelapa sebesar 175 ha.

“Ini arahan Bapak Menteri, benih yang sudah dikirim dari pemerintah tolong ditanam dan dijaga terus. Kita melihat potensinya cukup besar untuk kelapa dan jagung yang kita tanam bersama tadi. Ada sekitar 300-400 ha. Pak Kadis, tahun depan kita replanting tanaman kelapa sekitar 300 hektar berarti 36.000-45.000 batang kelapa. Harapannya, selain bisa diselingi jagung, bisa juga kita integrasikan dengan kakao,” ujar Andi Nur.

Andi Nur meminta para petani jaga komitmen dan melaksanakan sistem budidaya tanaman yang sesuai dengan GAP  agar tanamannya hasilkan produktivitasnya secara maksimal. “Kita harus optimis dengan kekayaan sumberdaya lahan yang telah di berikan Allah SWT. ini dapat kita manfaatkan untuk kesejahteraan bangsa dan negara. Humas Ditjenbun

Baca Juga :   Kopi Mamasa Go Internasional di Ajang Promosi “Russia Halal Expo 2021”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *