Kementan Siapkan Kalsel Sebagai Lumbung Pangan Nasional

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) siapkan tengah mempersiapkan Provinsi Kalimantan Selatan sebagai potensi pengembangan produksi pangan nasional. Kementan menyebut bahwa potensi produksi beras nasional dari hasil panen raya yang akan berlangsung pada Maret hingga April 2024 diprediksi mencapai 8,46 juta ton.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa untuk mengantisipasi peningkatan produksi padi dan jagung, dapat dilakukan dengan luas tambah tanam pada luas lahan baru sawah yang eksisting, gerakan pompanisasi, optimalisasi lahan, tumpang sari lahan perkebunan.

Saat ini, Kementan fokus meningkatkan produksi padi dan jagung melalui tiga strategi, yakni meningkatkan perluasan areal tanam (PAT), peningkatan indek pertanaman (PIP) serta produktivitas, ujar Mentan Amran.

“Langkah yang dilakukan adalah gerakan percepatan tanam, pompanisasi sungai pada lahan kering dan tadah hujan, sumur dangkal dan sumur dalam untuk memasok air, optimalisasi lahan rawa, juga menyelesaikan masalah langsung di lapangan dan hadir di tengah-tengah petani”, kata dia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi pada saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (06/03/2024) mengatakan bahwa harga pangan saat ini melejit, persediaan beras berkurang dan negara eksportir menahan produksi berasnya.

“Kita harus segera bangun kesiapan ketahanan pangan Indonesia di Kalimantan Selatan, karena Kalsel memiliki potensi diantaranya memilik 291 ribu Ha”, ucapnya.

Kabadan Dedi menambahkan bahwa saat ini ada 40 ribu ha lahan yang masih di biarkan, hal ini berpotensi untuk meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT). Selain itu, sungai-sungan di Kalsel ini sangat luar biasa. Air sungai adalah air permukaan yang semestinya bisa masuk dijadikan pengairan lahan pertanian.

Sedangkan lahan yang tidak bisa ditanam dapat menjadi bisa dengan menggunakan pompanisasi, optimasi lahan rawa dan ekstesifikasi cetak lahan baru serta intensifikasi melalui optimalisasi peningkatan perbaikan sarana prasarana. Selain itu sinar matahari berlimpah kita bisa berproduksi dengan integrasi perkebunan dengan tanaman pangan”, jelasnya kembali.

Baca Juga :   Fruit Leather Tingkatkan Nilai Tambah Buah Mangga

Dalam kunker tersebut, Kabadan didampingi Kepala Pusat Penyuluhan (Pusluhtan), Kepala UPT BBPP Binuang dan UPT lainnya di Provinsi Kalsel. Kunker tersebut sekaligus mempersiapkan Upsus Antisipasi Darurat Pangan Kalimantan Selatan dan rapat koordinasi yang dihadiri oleh Kepala Dinas SKPD lingkup Pertanian serta Babinsa se-Kalimantan Selatan.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Pusluhtan, Bustanul Arifin Cahya memastikan kembali agar lahan sawah dapat diairi dengan melakukan pompanisasi, optimalisasi lahan dan memanfaatkan lahan melalui tumpang sari di lahan perkebunan.

Bustanul menegaskan agar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan Provinsi Kalsel untuk segera menyiapkan CPCL untuk melaksanakan gerakan solusi cepat dalam 3 bulan ke depan.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Imam Subarkah menyebutkan bahwa secara total Kalimantan Selatan surplus kurang lebih 77 ribu ton (Data tahun 2023). Potensi beberapa kabupaten masih dapat memaksimalkan peningkatan produksi pangan walaupun Kalsel sebagai penghasil beras nomor 6 terbesar se Indonesia. Sedangkan untuk target realisasi tanam padi untuk tahun 2024 sampai dengan April 2024 seluas 50 ribu Ha, ujarnya.

“Strategi mencapai target 2024 dengan menggerakan seluruh penyuluh di lapangan, mengoptimalkan lahan bera, ketepatan kesediaan benih, mempercepat olah tanah setalah panen, penggunaan bibit unggul dan optimasi alsintan”, imbuhnya. IM/NF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *