Siapkan SDM Berdaya Saing Global, Kementan Gelar Pre Departure Training

BANTEN – Peran generasi muda dalam pengembangan sektor pertanian di Indonesia sangatlah penting, mengingat usia petani di Indonesia saat ini di dominasi oleh kalangan tua (di atas usia 54 tahun) dan diperparah dengan latar belakang pendidikan yang hanya tamatan SD.

Hal ini mengakibatkan adaptasi penggunaan teknologi untuk dapat mendongkrak produktivitas pertanian sangat sulit dilakukan. Sehingga perlu adanya upaya serius untuk dapat menarik minat generasi muda untuk terjun di sektor pertanian secara langsung dan menjadi motor penggerak pertanian di Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan peran penting generasi muda dalam perkembangan pertanian di Indonesia dan mendorong generasi muda untuk menjadi petani milenial yang inovatif, kreatif, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Kita perlu mendorong generasi muda untuk menjadi petani milenial yang inovatif, kreatif, dan adaptif terhadap teknologi, sehingga generasi muda dapat membantu memodernisasi sektor pertanian dengan menggunakan teknologi dan inovasi,” ujar Mentan Amran.

Salah satu cara Kementerian Pertanian (Kementan) dalam meningkatakan kapasitas dan kompetensi serta minat generasi muda terhadap sektor pertanian, yaitu dengan mengadakan program Magang Jepang.

Program Magang Jepang ini diharapkan selain dapat meregenerasi petani di Indonesia dan menjadi suatu upaya pengemabangan kapasitas SDM pertanian, juga mampu mencetak agripreneur sukses dan mampu membawa perubahan sistem pertanian di Indonesia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa petani muda saat ini harus mempunyai jiwa wirausaha, harus kreatif dan inovatif untuk membangun sektor pertanian.

“Petani yang memiliki jiwa wirausaha tinggi, merekalah yang akan mampu menggenjot produktivitas sehingga ke depan produk kita bertambah bahkan bisa diekspor dan diterima di pasar internasional,” jelas Dedi.

Baca Juga :   Pesta Rakyat Simpedes, BRI KC Pondok Gede Bagi-Bagi Hadiah

Melalui BPPSDMP, Kementan menyelengarakan Kegiatan Pre Departure Training pada Jum’at (08/03/2024) di P4S Karya Ikamaja Banten binaan BBPKH Cinagara.

Kegiatan pre departure training ini merupakan suatu rangakaian kegiatan untuk meningkatkan kemampuan dan penguasaan Bahasa Jepang secara aktif, mempersiapkan kemampuan fisik, mental dan disiplin, mempertebal rasa kebangsaan dan patriotism.

Selain itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang pembangunan khususnya pertanian, serta meningkatkan etos kerja dan tanggung jawab sebelum peserta diberangkatkan ke Negara Jepang, yang diagendakan pada bulan April 2024 mendatang dengan durasi magang 3-5 tahun.

Kegiatan yang diselenggarakan dari tanggal 7 Maret 2024 hingga 9 April 20224 ini, diikuti oleh 36 orang peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. 36 peserta tersebut, sebelumnya telah lulus tahapan seleksi calon Magang Jepang, yang dilakukan selama 30 hari secara offline dari tangal 2 Oktober 2023 sampai 3 November 2023 di 10 P4S alumni magang Jepang.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Muhammad Amin, saat membuka kegiatan pre departure training, memberikan motivasi dan arahan kepada seluruh peserta Magang Jepang untuk dapat menjadi gelas kosong agar mampu menyerap hal-hal dan semua ilmu yang baik selama di Jepang.

“Pikirkan bagaimana kalian bisa meniru etos kerja, mental yang Tangguh, kerendahan hati, kedisiplinan, mengadopsi teknologi, sehingga semua hal yang kalian peroleh selama di Jepang bisa menjadi investasi bagi masa depan,” ujar Amin.

Amin juga berharap program Magang Jepang ini akan memberikan kesempatan kepada peserta magang untuk mendapatkan keterampilan secara langsung, serta menumbuhkan nuansa kerja yang kondusif guna mendorong terciptanya inovasi. Sehingga sekembalinya dari Jepang dapat menjadi wirausahawan ataupun petani-petani muda yang handal.

“Kegiatan pelaksanaan program ini didukung oleh Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, JAEC, IAEA Japan sebagai accepting organization, BBPMKP Ciawi, UPT Pelatihan Pusat, JICA melalui project ABP Magang 2022-2026, Taya san, dan IKAMAJA sehingga kami yakin peserta tahun ini bisa berkontribusi kepada kemajuan pertanian di Indonesia dengan baik dan melahirkan agripreneur yang maju, mandiri dan modern” tandas Amin. CHA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *