Lewat Kesatria, Kementan Yakin Bisa Optimalkan Lahan Perkebunan Demi Tambah Produksi Padi

Lebak – Kementerian Pertanian (Kementan) gencarkan program Kelapa Sawit Tumpang Sari Tanaman Pangan (Kesatria), ini salah satu upaya demi mendukung pelaksanaan kegiatan Optimalisasi Lahan Rawa, Pompanisasi Lahan Tadah Hujan, dan Tumpang Sisip Padi Gogo Tahun Anggaran 2024.

Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Andi Nur Alam Syah mengatakan, sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Direktorat Jenderal Perkebunan bertanggungjawab menyiapkan lahan perkebunan dan CPCL penerima kegiatan tumpang sisip padi gogo dalam upaya penambahan luas tanam padi. “Program Kesatria ini diharapkan bisa memberi tambahan produksi 1 juta ton Gabah Kering Panen (GKP),” ujar Andi Nur.

 

Demi wujudkan hal tersebut sekaligus sejalan dengan arahan Mentan dan Dirjen Perkebunan, Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto lakukan tanam padi di kebun sawit, kali ini bersama kelompok Tani Tunas Jaya Raharja, Desa Kerta Raharja, Kec. Banjarsari, Kab. Lebak – Provinsi Banten. Pada saat bersamaan Dr. Ir. H. Agus M. Tauchid, MSi, Kadis Pertanian Provinsi Banten, menyampaikan bahwa potensi padi Gogo di Banten seluas 30.000 ha dan 12.000 ha berada di Kabupaten Lebak.
Dari potensi tersebut 400 ha merupakan lahan PSR. Hingga saat ini Dinas telah mengusulkan 140 ha lahan PSR sebagai usulan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) dan 3.600 ha lahan perkebunan lainnya.

Kegiatan tanam padi gogo ini dilakukan di lahan seluas 3,5 Ha (Kawasan PSR hasil rekomtek tahun 2023 tanam sawit Desember 2023). Selanjutnya akan terus dilakukan percepatan tanam hingga mencapai 12.000 ha secara bertahap berdasarkan usulan CPCL yang di usulkan.

“Program Kesatria ini diharapkan dapat mendukung optimalisasi lahan perkebunan untuk mendukung program penambahan luas tanaman pangan, khususnya padi gogo,” ujar Heru saat memberikan arahan di lokasi tanam Kab. Lebak Banten, Kamis (14/03).

Baca Juga :   Antusias Siswa PAUD di Agroeduwisata SMKPP Kementan

Diketahui dari hasil identifikasi Direktorat Jenderal Perkebunan, tersedia potensi lahan PSR yang dapat dioptimalkan untuk ditumpangsisipkan dengan padi gogo. Untuk Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan bertanggungjawab untuk pelaksanaan kegiatan di daerah Provinsi Jambi, Sumatera Selatan, Banten, dan Kalimantan Timur.

Pada momen ini Heru menjelaskan, agar menghasilkan tanaman yang optimal tentu perlu memerhatikan beberapa kriteria lokasi untuk Calon Lahan, minimal memenuhi salah satu persyaratan seperti perluasan Areal Tanam (PAT), menambah indeks pertanaman dari tahun sebelumnya, budidaya tanaman sehat/PHT pengembangan Dem Area, lokasi terdampak bencana alam, seperti serangan OPT, banjir, dan kekeringan, serta antisipasi dampak perubahan iklim ekstrim, sekaligus lokasi rawa, tumpangsari/tumpang sisip padi – tanaman perkebunan hingga lahan eksisting untuk peningkatan produktivitas, serta dapat meningkatkan pendapatan petani. “Ini potensi besar, mari kita tanam keyakinan dan komitmen, bersama-sama kita bisa wujudkan kedaulatan pangan kedepannya,” harap Heru.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan juga mengatakan, pemerintah terus berupaya untuk membangkitkan semangat nasional meningkatkan produksi padi. Kuncinya dimana ada lahan yang bisa ditanam padi atau jagung silahkan ditanam. Kita optimalkan lahan sawit yang belum menghasilkan dengan tanam tanaman sela seperti padi gogo. Humas Ditjenbun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *