Terus Meningkat, Ekspor CPO Aman, Tidak Terdampak Biodiesel

Jakarta – Perkembangan ekspor kelapa sawit Indonesia sangat dipengaruhi oleh produksi Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah dalam negeri dan ketersediaan stok CPO domestik. Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan memastikan stok CPO dalam negeri tercukupi, sehingga ekspor CPO terus dilakukan dan mengalami peningkatan secara signifikan.

“Kami mencatat ekspor CPO terus mengalami peningkatan secara signifikan, hal ini karena seiring dengan kenaikan produksi dan ketuntasan panen yang optimal di awal tahun 2024 yang mempengaruhi hari panen juga produksinya,” ungkap Andi Nur Alam Syah, Direktur Jenderal Perkebunan saat dimintai keterangan (22/5).

Menurut Andi Nur, berdasarkan data BPS dan Aprobi pada periode September 2023 hingga Januari 2024, ekspor CPO (HS 151110) tercatat pada September 2023, volume ekspor CPO mencapai 241.506 ton dan naik pada bulan November 2023 sebesar 545.809 ton. Pada Januari 2024, ekspor CPO tercatat sebesar 347.044 ton sehingga total ekspor CPO pada tahun 2023 adalah sebesar 3.595.946 ton.

Dikatakan Andi Nur, kinerja ekspor CPO pada periode 2023 tersebut masih lebih tinggi dibandingkan kinerja ekspor CPO pada periode sebelumnya tahun 2022 yaitu sebesar 3.455.677 ton, sehingga mengalami kenaikan ekspor CPO sebesar 4,1 % secara year-on-year.

“Proporsi ekspor CPO pada tahun 2023 berbanding dengan ekspor olahan sawit yang berada dalam binaan Kementerian Pertanian adalah sebesar 34% berbanding 66%, hal ini menunjukkan bahwa produk hilir sawit lebih banyak diekspor dibandingkan bahan baku sawit,” ungkap Andi Nur.

Lebih lanjut, Andi Nur menuturkan di sisi lain kinerja serapan biodiesel dalam negeri cenderung stabil sepanjang tahun 2023 hingga Januari 2024 dengan total volume distribusi dalam negeri mencapai 13.345.116 KL, jauh di atas volume ekspor CPO pada periode yang sama. Selain itu, tercatat kinerja ekspor biodiesel di tahun 2023 – Januari 2024 mencapai 193.557 KL, hal ini menunjukkan program biodiesel yang diluncurkan pemerintah berjalan dengan baik.

Baca Juga :   Tingkatkan Produksi Padi, Kaltara Atur Penyaluran Pupuk

Andi Nur mengungkapkan berdasarkan data yang diolah Direktorat Jenderal Perkebunan, harga CPO di pasar internasional tidak berfluktuasi secara dinamis, diketahui harga CPO tertinggi sepanjang tahun 2023 adalah pada bulan April 2023 sebesar US$ 1.005/kg dan harga terendah tercatat pada bulan Oktober 2023 sebesar US$ 804/kg, sedangkan pada bulan Februari 2024, tercatat harga CPO internasional adalah sebesar US$ 856/ton.

“Dari data yang kami catat, membuktikan harga CPO internasional pada tahun 2023 – Februari 2024 tidak terdampak program biodiesel,” pungkas Andi Nur.

Sebagai informasi, CPO atau minyak sawit berperan sangat penting dalam mengatasi ketahanan pangan dan defisiensi nutrisi, menjadikannya sumber daya yang sangat diperlukan untuk kesehatan masyarakat. Humas Ditjenbun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *