Siapkan Trainer Andal, UPT Pelatihan Kementan Dorong Optimalisasi Produksi Padi

PONTIANAK – Dalam momentum Hari Pahlawan, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menggelar Training of Trainer (ToT) bagi Penyuluh Pertanian Pendamping Brigade Pangan (BP) di Gedung BPSDM Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak.

Kegiatan yang berlangsung pada 10–12 November 2025 ini diinisiasi oleh SMK Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PP) Banjarbaru bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Pelatihan diikuti oleh 52 orang penyuluh pertanian dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Barat secara luring dan sebagian peserta lainnya mengikuti secara daring di wilayah kerja masing – masing.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya peran Brigade Pangan sebagai garda terdepan dalam mendorong pertanian modern dan peningkatan indeks pertanaman.

“Brigade Pangan adalah ujung tombak untuk menggerakkan pertanian kita menjadi lebih produktif dan modern. Dengan peningkatan indeks pertanaman, efisiensi alat dan mesin pertanian, serta semangat gotong royong petani muda, Indonesia bisa memperkuat ketahanan pangan dan menuju kedaulatan pangan yang berkelanjutan,” ujar Mentan Amran.

Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas pengelola Brigade Pangan merupakan langkah strategis dalam memperkuat SDM pertanian berbasis kemandirian, inovasi, dan teknologi.

“Kunci dari peningkatan produksi pertanian adalah peningkatan indeks pertanaman. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan pengelola Brigade Pangan mampu mengoptimalkan sumber daya, teknologi, dan kelembagaan agar setiap hektare lahan bisa menghasilkan maksimal,” tutur Santi.

Pelatihan dibuka oleh Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, Iskandar Mirza, yang menekankan pentingnya sinergi antara penyuluh pertanian dan petani milenial.

“Penyuluh di 13 kabupaten/kota Kalimantan Barat harus bersyukur karena memiliki peran strategis dalam membina petani milenial Brigade Pangan. Program Brigade Pangan Jilid 2 tahun ini sangat penting untuk memperkuat swasembada pangan sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

Sementara itu, Roby Darmawan, Kepala BBPP Batu sekaligus Penanggung Jawab Brigade Pangan Kalimantan Barat, menyampaikan motivasi kepada peserta agar mampu mencetak capaian yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

“Tahun 2025 ini, fokus kita lebih banyak diintensifkan pada program Brigade Pangan Cetak Sawah Rakyat (CSR). Melalui CSR, potensi produksi akan meningkat karena lahan yang digunakan bisa dimaksimalkan untuk produksi padi,” jelas Roby.

Kegiatan Training of Trainer ini menghadirkan narasumber dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar, Tim SMK-PPN Banjarbaru, dan Tim BBPP Batu. Materi yang diberikan mencakup kolaborasi multi-stakeholder teknologi pertanian, manajemen usahatani padi Brigade Pangan, manajemen alat dan mesin pertanian berkelanjutan, motivasi dan tata kelola kelembagaan Brigade Pangan, literasi dan inklusi keuangan, serta metode pembelajaran dan pendampingan yang efektif.

Selama pelatihan, peserta memperoleh pembekalan teori dan praktik, termasuk penyusunan rencana implementasi di wilayah kerja masing-masing. Para penyuluh diharapkan mampu menjadi fasilitator yang efektif dalam menggerakkan petani milenial untuk memperkuat program ketahanan pangan nasional.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para penyuluh pendamping dapat menularkan pengetahuan dan semangat yang diperoleh kepada petani di daerahnya. Program Brigade Pangan diharapkan menjadi penggerak utama peningkatan produksi padi dan kemandirian pangan di Kalimantan Barat. Prima/BBPP BATU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *