UPT Pelatihan Kementan Dorong KWT Kota Batu Ciptakan Olahan Ayam Bergizi Bernilai Jual

BATU – Biling Yannak BBPP Batu (Mobil Keliling Layanan Gratis Peternakan) kembali menyapa 16 ibu-ibu petani anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mandiri Dusun Kajang, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, melalui pelatihan praktik pembuatan olahan daging berupa dimsum ayam yang bergizi dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumah tangga.

Dalam kegiatan ini, BBPP Batu menurunkan dua widyaiswara dari Divisi Pascapanen dan Pengolahan Daging – Butcher, yakni Hardi dan Kresno Sugiharto, untuk mendampingi peserta secara langsung mulai dari pengolahan bahan, teknik pengukusan, hingga pengemasan produk.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya penguatan budaya pelayanan publik di seluruh jajaran Kementerian Pertanian. Inovasi, menurutnya, harus terus bergerak lintas unit agar manfaatnya dapat menjangkau masyarakat luas.

“Inovasi tidak boleh berhenti di satu unit saja. Harus menular ke semua lini agar manfaatnya dirasakan luas,” tegas Mentan.

Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci dalam menjawab tantangan sektor pertanian ke depan.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian agar mampu beradaptasi dan berinovasi menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Hardi menjelaskan, daging ayam setiap 100 gram mengandung sekitar 31 gram protein dengan 165 kalori, serta kaya vitamin B3, B6, fosfor, dan selenium. Kandungan tersebut sangat dibutuhkan bagi ibu hamil, janin, dan balita untuk mendukung tumbuh kembang serta mencegah stunting.

“Anak-anak yang cukup konsumsi protein hewani akan menjadi generasi penerus yang cerdas, sehat, dan kuat,” kata Hardi.

Sementara itu, Kresno menambahkan, olahan dimsum ayam tidak hanya bermanfaat untuk pemenuhan gizi keluarga, tetapi juga berpeluang dikembangkan sebagai usaha ekonomi produktif. Harga jual dimsum ayam di pasaran berkisar antara Rp2.000 hingga Rp5.000 per biji. Untuk penjualan segar dan langsung dikonsumsi tidak memerlukan izin edar BPOM. Namun, jika dijual dalam bentuk beku dan kemasan, wajib memiliki izin edar BPOM RI, sertifikat halal BPJPH RI, serta Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.

“Dimsum ayam termasuk pangan berisiko tinggi karena kadar airnya di atas 15 persen, sehingga aspek keamanan pangan wajib menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Penyuluh Pertanian Desa Mojorejo, Anies Suluh Setyowati, mengapresiasi kolaborasi BBPP Batu dengan Dinas Pertanian Kota Batu melalui program Biling Yannak. Ia menilai layanan ini telah berkontribusi dalam peningkatan kapasitas petani di wilayahnya.

“Kami berharap, dengan kompetensi baru ini, petani dan keluarganya bisa semakin sejahtera dan makmur,” ujarnya.

Melalui program Biling Yannak, BBPP Batu terus berkomitmen menghadirkan layanan pelatihan peternakan yang mudah diakses, adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, serta berorientasi pada peningkatan gizi keluarga dan penguatan ekonomi petani. Program ini menjadi bagian dari upaya nyata BBPP Batu dalam mendukung pembangunan SDM pertanian yang maju, mandiri, dan berdaya saing. Ekos/BBPP BATU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *