Kejar Target Swasembada Pangan, Tanam Perdana CSR Digelar di Sambas

SAMBAS – Upaya percepatan swasembada pangan terus didorong melalui Program Cetak Sawah Rakyat (CSR). Selasa (9/12/2025), petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) melaksanakan tanam perdana di lahan CSR yang berlokasi di Dusun Kedondong, Desa Seret Ayon, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Hingga saat ini, lahan yang telah tercetak mencapai 23 hektare dari target 59 hektare.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa penguatan sektor pangan terus dilakukan melalui berbagai program strategis, salah satunya Brigade Pangan.

“Program ini dirancang untuk mendorong pertanian berbasis bisnis dan teknologi yang dikelola oleh generasi muda,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyatakan bahwa Brigade Pangan merupakan gerakan bersama yang melibatkan penyuluh, petani, dan pemerintah daerah.

“Brigade Pangan adalah gerakan bersama untuk membangun kemandirian dan ketahanan pangan daerah,” katanya.

Kegiatan tanam perdana ini dihadiri oleh Penanggung Jawab (PJ) Swasembada Pangan Provinsi Kalimantan Barat Ahmad Musyafak, Kepala BRMP Provinsi Kalbar, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar, Kepala BBPP Batu selaku PJ Brigade Pangan Provinsi Kalbar yang diwakili oleh LO Kabupaten Ketapang Catur Puryanto dan LO Kabupaten Sambas Prima Puji Raharjo, anggota DPRD Komisi III Provinsi Kalbar, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sambas, serta anggota kelompok tani setempat.

Dalam arahannya, Ahmad Musyafak menegaskan pentingnya pemanfaatan optimal lahan yang telah disediakan melalui program CSR. Menurutnya, mencetak sawah membutuhkan proses panjang dan pengelolaan yang berkelanjutan.

“Urusan perut tidak boleh kita gantungkan kepada orang lain. Kita harus mandiri. Lahan ini akan kita wariskan kepada anak cucu,” tegasnya.

Musyafak juga menyampaikan bahwa program CSR akan mendapat dukungan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa satu unit traktor roda empat, dua unit traktor roda dua, serta bantuan benih sebanyak 40 kilogram per hektare. Ia menekankan agar lahan yang sudah dicetak tetap dipertahankan sebagai sawah dan tidak dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit.

Selain itu, ia menyinggung peran penting penyuluh pertanian dalam mendukung keberhasilan program. Meski secara administrasi berstatus pegawai pusat, menurutnya penyuluh harus tetap berpihak dan bekerja untuk kepentingan daerah.

“Penyuluh ditarik ke pusat untuk mempercepat pembangunan pertanian. Selain menyukseskan program Badan SDM, penyuluh juga harus mendukung program-program eselon I lainnya,” tambahnya.

Melalui kegiatan tanam perdana ini, diharapkan optimalisasi lahan CSR di Kecamatan Tebas dapat memperkuat produksi pangan daerah sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional secara berkelanjutan. Catur/BBPP BATU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *