Sidoarjo – Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu bersama Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan Sosialisasi Penanganan Higiene dan Sanitasi dalam Pembinaan Nomor Kontrol Veteriner (NKV), Selasa (10/2/2026), bertempat di Aula Pertemuan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan kunci kemajuan pertanian nasional.
“Kemajuan pertanian kita sangat bergantung pada kemampuan dan kompetensi SDM. Oleh karena itu, kami berkomitmen meningkatkan kemampuan SDM melalui pelatihan dan pendidikan berkualitas,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa pendidikan nonformal memegang peran penting sebagai sarana pemberdayaan masyarakat dan penguatan ketahanan pangan.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo, Eni Rustiningsih, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta kapasitas pelaku usaha pangan asal hewan dan SPPG dalam penerapan higiene dan sanitasi sesuai standar regulasi, sebagai upaya mendukung keamanan pangan dan kelayakan produk yang dihasilkan.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo, Nuning Sri Pudjiastuti. Dalam laporannya, Nuning menyampaikan bahwa sosialisasi ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM olahan pangan asal hewan, SPPG, distributor daging, pelaku usaha jasa cold storage, serta Rumah Potong Ayam (RPA) se-Kabupaten Sidoarjo.
Selain mendapatkan penguatan materi, para peserta juga difasilitasi dalam proses pengurusan Sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) untuk produk dan unit usahanya.
Sebagai narasumber, hadir dua Widyaiswara Ahli Madya BBPP Batu, Iskandar Muda dan Eko Saputro.
Iskandar Muda memaparkan secara komprehensif aspek teknis Peraturan Menteri Pertanian Nomor 11 Tahun 2020 tentang Sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV), mulai dari persyaratan administrasi, kelengkapan sarana dan prasarana, hingga pemenuhan standar operasional dalam proses produksi pangan asal hewan.
Sementara itu, Eko Saputro menyampaikan materi terkait SNI CXC 1-1969 (2024) Prinsip Umum Higiene Pangan, yang menekankan pentingnya penerapan higiene personal, sanitasi lingkungan produksi, pengendalian bahaya pangan, serta praktik penanganan pangan yang baik dan benar guna menjamin keamanan serta mutu produk.
Kegiatan ini juga dihadiri Wakil DPRD Kabupaten Sidoarjo, Kayan. Dalam sambutannya, Kayan
menyampaikan bahwa sertifikasi NKV, sertifikasi halal, serta izin edar MD BPOM direncanakan akan dianggarkan melalui APBD sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah daerah dalam mendorong UMKM agar semakin berkembang, berdaya saing, serta mampu memasarkan produknya ke luar daerah hingga menembus pasar ekspor.
Kepala BBPP Batu, Ugik Romadi, berharap melalui kegiatan ini para pelaku usaha pangan asal hewan di Kabupaten Sidoarjo semakin memahami pentingnya penerapan higiene dan sanitasi, serta terdorong untuk memenuhi standar sertifikasi dan izin edar, baik NKV, halal, maupun MD BPOM, demi menjamin keamanan pangan bagi masyarakat.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, diharapkan penguatan jaminan keamanan pangan asal hewan dapat terus ditingkatkan, sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan dan berdaya saing. BBPP BATU












