Mempawah – Penguatan sumber daya manusia (SDM) pertanian terus menjadi fokus Kementerian Pertanian dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Brigade Pangan yang diselenggarakan Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu bekerja sama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, pada 6–8 Juli 2026, diikuti oleh 15 anggota Brigade Pangan dari wilayah kerja BPP Kecamatan Sungai Kunyit. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi teknis, manajerial, dan kelembagaan Brigade Pangan agar mampu menjadi penggerak peningkatan produktivitas pertanian di daerah.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Brigade Pangan merupakan salah satu program strategis Kementerian Pertanian dalam mempercepat peningkatan produksi sekaligus mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
“Pendampingan yang efektif menjadi kunci keberhasilan Brigade Pangan. Kementerian Pertanian melibatkan penyuluh pertanian sebagai pendamping utama agar program ini berjalan optimal,” ujar Amran.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana produksi maupun infrastruktur pertanian, tetapi juga sangat bergantung pada kualitas SDM pertanian yang mampu mengelola usaha tani secara profesional.
Menurut Arsanti, penyuluh pertanian bersama Brigade Pangan harus menjadi agen perubahan yang inovatif, adaptif, dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan di lapangan sehingga mampu mendorong peningkatan produksi pangan secara berkelanjutan.
Pelatihan dibuka pada Senin (6/7) oleh Ketua Tim Kerja Penyuluhan Pertanian Kabupaten Mempawah, Abdul Kadir. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa Brigade Pangan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak optimalisasi pemanfaatan lahan serta percepatan peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Mempawah.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali anggota Brigade Pangan tidak hanya dengan keterampilan teknis budidaya, tetapi juga kemampuan manajerial dan administrasi sehingga pengelolaan usaha tani dapat dilakukan secara lebih profesional, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai Pencatatan Usaha Tani, Analisis Kelayakan Usaha Tani, Administrasi Kelompok, serta Literasi Keuangan. Materi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan peserta dalam menyusun pencatatan usaha, menganalisis keuntungan usaha tani, memperkuat tata kelola kelembagaan kelompok, serta mengelola keuangan secara lebih tertib dan akuntabel.
Melalui pelatihan ini, Kementerian Pertanian berharap kapasitas SDM pertanian, khususnya Brigade Pangan di Kabupaten Mempawah, semakin meningkat sehingga mampu menjadi motor penggerak percepatan tanam, optimalisasi lahan, dan peningkatan produktivitas pertanian.
Pendampingan yang berkelanjutan dari penyuluh pertanian juga akan terus diperkuat agar Brigade Pangan mampu menjalankan program secara mandiri, profesional, dan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional. CTR/SRI/BBPP BATU








