Brigade Pangan Landak Diperkuat, 60 Petani Milenial Ikut Pelatihan Kementan Dukung Swasembada Pangan

Landak – Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia pertanian dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Salah satu upayanya diwujudkan melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Brigade Pangan Mendukung Swasembada Pangan yang diikuti oleh 60 petani milenial anggota Brigade Pangan di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, 6–8 Juli 2026.

Pelatihan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Gelombang I kegiatan peningkatan kapasitas Brigade Pangan di Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan bertujuan meningkatkan kompetensi anggota Brigade Pangan, baik dalam aspek teknis budidaya, manajerial usaha tani, maupun pemanfaatan teknologi pertanian modern sebagai fondasi penguatan swasembada pangan.

Peserta berasal dari empat Brigade Pangan, yakni Brigade Pangan Saparasa, Brigade Pangan Terus Berkarya, Brigade Pangan Maju Mandiri Modern, dan Brigade Pangan Pasansa Tuah. Pelatihan dibagi dalam empat angkatan yang masing-masing diikuti 15 peserta, dengan pelaksanaan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sengah Temila dan BPP Ngabang.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Brigade Pangan merupakan program strategis pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.

“Pendampingan yang efektif menjadi kunci keberhasilan Brigade Pangan. Kementerian Pertanian melibatkan penyuluh pertanian sebagai pendamping utama agar program ini berjalan optimal,” ujar Mentan Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian sebagai motor penggerak berbagai program prioritas Kementerian Pertanian.

“Penyuluh pertanian menjadi ujung tombak dalam mendorong peningkatan luas tambah tanam, optimasi lahan rawa dan nonrawa, pengembangan padi lahan kering, akses petani terhadap Kredit Usaha Rakyat (KUR), penggunaan benih unggul dan pupuk secara efisien, hingga pendampingan Brigade Pangan sebagai bagian dari regenerasi pertanian yang modern dan berbasis teknologi,” jelas Idha.

Selama tiga hari pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi yang mendukung pengelolaan usaha tani secara profesional, mulai dari kebijakan pembangunan pertanian menuju swasembada pangan berkelanjutan, analisis kelayakan usaha tani padi, pencatatan usaha tani, literasi keuangan, administrasi kelompok, hingga penyusunan rencana tindak lanjut yang akan diterapkan di masing-masing Brigade Pangan.

Melalui pelatihan ini, diharapkan anggota Brigade Pangan di Kabupaten Landak mampu menjadi pelopor penerapan inovasi dan teknologi pertanian modern, memperkuat kelembagaan kelompok, meningkatkan produktivitas usaha tani, serta mempercepat pencapaian target swasembada pangan nasional yang berkelanjutan EKO/DWI/BBPP BATU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *