Sambas – Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu Kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas Brigade Pangan dengan menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Brigade Pangan Mendukung Swasembada Pangan di Kecamatan Galing, Sambas.
Pelatihan yang digelar selama tiga hari mulai 9 – 11 Juli 2026 ini bertempat di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Galing dan diikuti oleh 15 orang pengurus dan anggota BP Dewi Sri Desa Tempapan Kuala, Kec Galing, Kab Sambas, Kalimantan Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Pertanian dalam memperkuat kompetensi sumber daya manusia pertanian untuk mendukung percepatan swasembada pangan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang mampu mengadopsi inovasi dan teknologi.
“Kemajuan pertanian kita sangat bergantung pada kemampuan dan kompetensi SDM. Oleh karena itu, kami berkomitmen meningkatkan kapasitas SDM melalui pelatihan dan pendidikan yang berkualitas,” Ujar Mentan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa pelatihan merupakan instrumen penting untuk meningkatkan kapasitas petani agar mampu menjawab tantangan pembangunan pertanian yang semakin dinamis.
“SDM memegang peranan penting dalam sektor pertanian karena menjadi faktor utama dalam meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” tutur Arsanti.
Dalam pelatihan ini, turut di hadirkan juga fasilitator yang berasal dari brigade pangan sahabat lumpur, Hajat Sudrajat. Beliau merupakan Manager Brigade Pangan dari Desa singaraya Kecamatan Semparuk yang telah sukses dan berhasil mengelola BP diwilayahnya.
Diharapkan dengan hadirnya beliau, selain dapat memberikan ilmunya juga dapat mendorong dan memberi motivasi kepada manager dan anggota BP Dewi Sri dalam mengelola BP nya, sehingga selepas pelatihan, BP Dewi Sri dapat lebih bersinergi dengan petani dalam mendukung dan mensukseskan program kementrian pertanian dalam mewujudkan swasembada pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani itu sendiri.
Sebagai Kabupaten yang memiliki posisi strategis sebagai wilayah perbatasan, Sambas memiliki potensi besar untuk pengembangan sektor pertanian. Potensi sumber daya alam yang melimpah harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi daerah. Karena itu, investasi pada peningkatan kapasitas brigade pangan menjadi langkah strategis dalam memastikan keberlanjutan pembangunan pertanian di masa mendatang. PRIMA/DWI/BBPP BATU







