Kapuas Hulu – Kementerian Pertanian terus memperkuat upaya percepatan swasembada pangan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian, khususnya generasi muda yang tergabung dalam Brigade Pangan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat produktivitas pertanian sekaligus mendorong regenerasi petani yang adaptif terhadap teknologi dan inovasi.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Brigade Pangan Mendukung Swasembada Pangan bagi 75 anggota Brigade Pangan di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Pelatihan dilaksanakan dalam lima angkatan. Dua angkatan pertama berlangsung pada 7–9 Juli 2026 dan diikuti oleh Brigade Pangan Mensawai Jaya serta Brigade Pangan Nibung Mensasak. Selanjutnya, tiga angkatan dilaksanakan pada 13–15 Juli 2026 yang diikuti oleh Brigade Pangan Suka Maju Bahagia, Brigade Pangan Uyan Bersinar, dan Brigade Pangan Pelita Jaya. Setiap angkatan diikuti oleh 15 peserta yang merupakan anggota Brigade Pangan dan petani binaan di wilayah kerja Balai Penyuluh Pertanian (BPP).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Brigade Pangan merupakan salah satu program strategis Kementerian Pertanian untuk mempercepat peningkatan produksi pangan nasional melalui keterlibatan generasi muda.
“Brigade Pangan harus mampu mengelola usaha tani secara profesional, memanfaatkan teknologi modern, dan menjadi penggerak peningkatan produksi pangan di daerah. Karena itu, pemerintah terus memperkuat kapasitas SDM melalui pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan,” ujar Mentan Amran.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi petani merupakan fondasi penting dalam menghadapi tantangan pembangunan pertanian yang semakin dinamis.
“Pelatihan menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kapasitas petani sekaligus memperkuat kelembagaan Brigade Pangan agar semakin profesional, inovatif, dan mampu mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan,” jelas Arsanti.
Selama pelatihan, peserta dibekali berbagai materi yang mendukung pengelolaan usaha tani secara profesional, antara lain pencatatan usaha tani, analisis kelayakan usaha tani padi, literasi keuangan, administrasi kelompok, serta penguatan kelembagaan Brigade Pangan. Materi disampaikan oleh penyuluh pertanian pendamping Brigade Pangan dan praktisi yang berpengalaman di bidangnya.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang pelatihan, baik dalam sesi diskusi maupun praktik lapangan. Kepala BBPP Batu, Ugik Romadi, menegaskan komitmen BBPP Batu untuk terus mendukung program strategis Kementerian Pertanian melalui penguatan kapasitas SDM pertanian dan pendampingan Brigade Pangan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani menjadi faktor penting dalam mempercepat peningkatan produktivitas pertanian dan mewujudkan swasembada pangan.
Melalui pelatihan ini, anggota Brigade Pangan diharapkan mampu mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk meningkatkan produktivitas usaha tani, memperkuat kelembagaan kelompok, serta menjadi motor penggerak pembangunan pertanian di Kabupaten Kapuas Hulu. EKO S/DWI/BBPP BATU












