Kayong Utara – Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia pertanian untuk mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Salah satu upayanya diwujudkan melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Brigade Pangan di Kabupaten Kayong Utara yang resmi ditutup Sabtu (18/7/2026).
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 16–18 Juli 2026, diikuti oleh 30 peserta yang merupakan pengurus dan anggota Brigade Pangan. Selama pelatihan, peserta dibekali berbagai kompetensi untuk meningkatkan profesionalisme dalam mengelola usaha tani, mulai dari pencatatan usaha tani, analisis kelayakan usaha tani padi, literasi keuangan, administrasi kelompok, hingga penguatan kelembagaan Brigade Pangan.
Pelatihan dilaksanakan dalam dua angkatan. Angkatan pertama diikuti Brigade Pangan Gapura dan berlangsung di CWS Kayong Utara, sedangkan angkatan kedua diikuti Brigade Pangan Semata Jaya yang dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Simpang Hilir. Masing-masing angkatan diikuti oleh 15 peserta.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pertanian yang maju, modern, dan berdaya saing.
“Kemajuan pertanian kita sangat bergantung pada kemampuan dan kompetensi SDM. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas SDM melalui pelatihan dan pendidikan yang berkualitas,” ujar Amran.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widhi Arsanti, menekankan bahwa penguatan kapasitas petani melalui pendidikan dan pelatihan nonformal merupakan investasi penting bagi keberlanjutan pembangunan pertanian.
“SDM memegang peranan penting dalam sektor pertanian karena menjadi faktor utama dalam meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia,” jelas Arsanti.
Pada hari terakhir pelatihan, peserta menyusun rencana tindak lanjut (RTL) sebagai bentuk komitmen untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di wilayah masing-masing. Selain itu, dilakukan evaluasi akhir guna mengukur peningkatan kompetensi peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran.
Manajer Brigade Pangan Semata Jaya, Surianto, mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan sangat bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha tani sekaligus memperkuat kapasitas petani muda.
“Kami berharap pelatihan seperti ini dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak petani muda yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan wawasan untuk mengembangkan usaha tani secara profesional dan mampu meningkatkan kesejahteraan,” ungkapnya.
Melalui pelatihan ini, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas Brigade Pangan sebagai garda terdepan dalam penerapan pertanian modern. Diharapkan, SDM pertanian yang semakin kompeten mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat kelembagaan petani, dan mendukung terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan di Kabupaten Kayong Utara maupun secara nasional. BBPP BATU













