Batu – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus mendukung kemajuan pertanian melalui peningkatan kompetensi SDM pertanian.
Sebagai UPT di bawah BPPSDMP, Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu melalui Tim Kerja Sertifikasi, Layanan Konsultasi, dan Inkubator Agribisnis turut mendukung regenerasi petani dengan memfasilitasi Praktik Kerja Lapang (PKL) bagi mahasiswa dari berbagai daerah, salah satunya mahasiswa Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
PKL yang dilaksanakan pada Juni–Juli 2026 menjadi sarana mendekatkan dunia peternakan kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh tambahan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman praktis untuk membentuk SDM yang kompeten, profesional, dan berwawasan luas.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan sektor strategis penyedia pangan yang saat ini menghadapi tantangan regenerasi petani.
“Regenerasi petani merupakan hal utama yang harus dipercepat dan menjadi fokus utama selain peningkatan produksi dan produktivitas,” tegas Amran.
Senada, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa penguatan kompetensi generasi muda menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas sekaligus mempercepat adopsi inovasi teknologi di sektor pertanian.
Bersama Widyaiswara Divisi Pascapanen dan Pengolahan Daging BBPP Batu, Eko Saputro, dua mahasiswa semester VI UNG melakukan kajian diversifikasi produk olahan daging unggas nonkomersial, yakni itik dan bebek afkir, melalui penambahan pemanis alami berbasis gula singkong.
Dalam seminar hasil PKL yang digelar Selasa (21/7/2026), mahasiswa UNG Arini Doe mempresentasikan kajian berjudul Pengaruh Penambahan Gula Singkong terhadap Karakteristik Organoleptik Sosis Daging Itik Manila (Cairina moschata). Penelitian yang menguji konsentrasi gula singkong 0–2 persen terhadap 30 panelis tersebut menunjukkan bahwa konsentrasi 1 persen merupakan perlakuan terbaik.
Perlakuan 1 persen gula singkong menghasilkan tingkat kesukaan tertinggi pada seluruh atribut sensoris, yakni warna 4,83, aroma 5,10, rasa 5,40, dan tekstur 5,53. Dari sisi ekonomi, sosis daging itik Manila memiliki harga pokok produksi (HPP) Rp4.233 per buah dan direkomendasikan dijual Rp5.500 per buah dengan margin keuntungan 30 persen.
Sementara itu, mahasiswa UNG Devina R.M. Panjaitan memaparkan hasil kajian berjudul Analisis Organoleptik Sosis Daging Bebek Petelur Afkir dengan Penambahan Gula Singkong. Kajian ini menguji pemanfaatan daging bebek petelur afkir yang umumnya memiliki tekstur lebih keras dan aroma khas.
Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi konsentrasi gula singkong, tingkat penerimaan panelis terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur sosis cenderung meningkat. Perlakuan terbaik diperoleh pada konsentrasi 2 persen dengan nilai organoleptik tertinggi, yaitu warna 4,8, aroma 4,9, rasa 5,5, dan tekstur 5,3. Secara analisis usaha, sosis bebek afkir memiliki HPP Rp3.614 per buah dengan harga jual kompetitif sebesar Rp4.700 per buah.
Widyaiswara BBPP Batu sekaligus pembimbing PKL, Eko Saputro, memberikan apresiasi atas dedikasi dan capaian kedua mahasiswa selama 1,5 bulan berkegiatan di Laboratorium Pengolahan Daging. Menurutnya, tema penelitian yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan industri pengolahan daging yang terus mencari bahan alternatif sehat dan bernilai tambah.
“Secara keseluruhan hasil uji organoleptik dan perhitungan finansial sudah sangat baik. Namun, untuk memperkuat bobot ilmiahnya, mahasiswa perlu membahas lebih komprehensif mekanisme interaksi komponen gula singkong dengan protein daging itik. Hal ini mencakup pengaruh terhadap daya ikat air, pembentukan tekstur, reaksi Maillard pada warna, hingga kemampuannya menyamarkan aroma prengus khas daging itik,” ujar Eko.
Melalui program PKL mahasiswa, BBPP Batu terus berkomitmen menjadi wadah inkubasi generasi muda dalam memajukan sektor peternakan dan pengolahan hasil ternak di Indonesia. Kegiatan ini diharapkan menjadi bekal aplikatif bagi mahasiswa sebelum menyelesaikan pendidikan akademiknya. BBPP BATU













