Magelang – Kementerian Pertanian terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian melalui sinergi pendidikan dan pelatihan yang terhubung langsung dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Salah satunya diwujudkan melalui kolaborasi Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu dengan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan YOMA) dalam Pelatihan Supervisor Perunggasan.
Pelatihan tersebut diikuti 59 mahasiswa tingkat akhir Program Studi Teknologi Produksi Ternak Polbangtan YOMA. Dengan fokus pada komoditas unggas petelur, kegiatan dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional yang dibutuhkan dalam pengelolaan usaha perunggasan.
Pelatihan dilaksanakan dalam dua angkatan. Angkatan pertama berlangsung pada 24–30 Agustus 2026, sedangkan angkatan kedua dilaksanakan pada 29 Agustus–4 September 2026.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pembangunan pertanian tidak hanya membutuhkan teknologi dan sarana produksi, tetapi juga SDM yang kompeten dan profesional.
“Kemajuan pertanian kita sangat bergantung pada kemampuan SDM. Karena itu, kami berkomitmen meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan dan pendidikan,” ujar Mentan.
Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mendorong seluruh unit kerja di lingkungan Kementerian Pertanian untuk memperkuat kolaborasi dalam mencetak SDM pertanian yang profesional, kompeten, dan mampu menjawab kebutuhan sektor pertanian.
“SDM pertanian harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Karena itu, sinergi pendidikan, pelatihan, dan industri menjadi sangat penting,” ujarnya.
Pelatihan Supervisor Perunggasan tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga memberikan pengalaman praktik kepada peserta. Selama kegiatan, mahasiswa mendapatkan materi mengenai pengorganisasian pekerjaan, jejaring kerja, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), manajemen kandang, biosekuriti, penilaian ternak untuk produksi, penetapan skala produksi, pengelolaan lingkungan budidaya, penghitungan hasil usaha produk unggas, hingga penyusunan laporan usaha.
Praktik intensif mengenai tugas dan fungsi supervisor dilaksanakan di lingkungan kampus Polbangtan YOMA. Selanjutnya, mahasiswa mengikuti praktik kompetensi di PT Janu Putera Sejahtera sebagai bagian dari penguatan pengalaman di lingkungan usaha perunggasan.
Wakil Direktur II Polbangtan YOMA, Budi Purwo Widiarso, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
“Perunggasan memiliki peluang besar di sektor komersial, mulai dari penyediaan Day Old Chick (DOC) hingga pascapanen. Karena itu, mahasiswa perlu dibekali kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” katanya.
Menurutnya, penguatan kompetensi melalui praktik langsung akan membantu mahasiswa memahami kondisi nyata di lapangan sekaligus meningkatkan kesiapan mereka untuk memasuki dunia kerja.
Kepala BBPP Batu, Ugik Romadi, mengatakan Pelatihan Supervisor Perunggasan merupakan salah satu bentuk dukungan Kementerian Pertanian dalam meningkatkan profesionalisme tenaga kerja di bidang peternakan.
“Tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan kompetensi secara profesional di bidang peternakan, khususnya bagi tenaga yang menangani usaha unggas,” ujar Ugik.
Ia menjelaskan, supervisor memiliki posisi penting dalam memastikan kegiatan pemeliharaan dan produksi unggas berjalan sesuai standar. Supervisor tidak hanya bertanggung jawab terhadap aspek teknis, tetapi juga harus mampu mengelola sumber daya, memantau produktivitas, menjaga lingkungan budidaya, serta mengambil keputusan ketika terjadi permasalahan.
“Peningkatan produktivitas unggas membutuhkan peran supervisor yang mampu menangani aspek manajemen, teknis, hingga lingkungan budidaya,” tambahnya.
Karena itu, peserta diharapkan mampu memahami tugas dan tanggung jawab supervisor, khususnya dalam pengelolaan unggas petelur. Kompetensi tersebut mencakup kemampuan melakukan pemantauan ternak, mengidentifikasi permasalahan, menganalisis penyebab, serta memberikan solusi yang tepat dan terukur.
Selain itu, penerapan prinsip good farming practices menjadi bagian penting dalam pelatihan agar peserta mampu mendukung usaha perunggasan yang produktif, efisien, berkelanjutan, dan memperhatikan kesejahteraan ternak.
Kolaborasi BBPP Batu dan Polbangtan YOMA menunjukkan pentingnya sinergi antarunit kerja Kementerian Pertanian dalam membangun ekosistem pengembangan SDM pertanian. Melalui perpaduan pendidikan, pelatihan, dan praktik industri, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi lulusan yang menguasai ilmu peternakan, tetapi juga menjadi tenaga profesional yang siap berkontribusi terhadap pengembangan industri perunggasan nasional.
Upaya tersebut sekaligus mendukung agenda Kementerian Pertanian dalam memperkuat SDM pertanian sebagai salah satu fondasi mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, modern, dan berdaya saing. BBPP BATU










