PT Syngenta Indonesia Berkomitmen Wujudkan Pertanian Indonesia Maju dan Modern

PT Syngenta Indonesia menggelar Expo Festival Padi Petani MAJU sekaligus Perayaan Hari Tani Nasional 22-23 September 2026 yang diselenggerakan di Jakarta, Cikampek dan Karawang.

Presiden Direktur PT Syngenta Indonesia, Eryanto mengatakan perayaan expo berlangsung selama tiga hari. Hari pertama diselenggarakan Indonesia Petani Maju Summit di Jakarta. Hari kedua, kunjungan ke CPD atau tempat R&D hasil inovasi Syngenta di Cikampek dan hari ketiga, perayaan puncak yaitu expo dan gala dinner di Karawang.

Eryanto mengungkapkan, tujuan besar acara ini, pertama adalah Festival Padi. “Karena awal tahun kita tahu, Presiden Prabowo sudah mengumumkan swasembada pangan terutama beras. Nah disini kita berikan panggung kepada petani-petani kita yang telah berkontribusi terhadap pangan Indonesia, sekaligus sebagai rasa terima kasih aras dedikasinya dalam pencapaian swasembada beras,” ujarnya saat Festival Padi di Karawang. (24/9/26)

Tujuan kedua menurut Eryanto adalah membuka satu forum bersama antara pemerintah, petani, dunia usaha, akademisi untuk berkolaborasi mencari solusi terhadap permasalahan pertanian Indonesia.

“Dengan forum begitu kita ingin semua bisa lebih terbuka, berpikir inovasi, dan sharing supaya kita bisa temukan apa yang cocok untuk kemajuan pertanian Indonesia serta mempercepat langkah kita menuju petani maju, modern dan berkelanjutan,” ungkap Eryanto.

Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinasi Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Widiastuti mengatakan, benih padi Ningrat yang dikembangkan PT Syngenta Indonesia bisa menjadi solusi menghadapai iklim ekstrem dan kemeringan.

Menurutnya benih padi Ningrat memiliki kekhususan karena bisa tetap berproduksi meski minim air. Menurutnya, karakter tersebut dapat menjadi solusi di sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan akibat kondisi iklim yang cukup ekstrem.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri dan melihat langsung Expo Festival Padi Petani MAJU & Perayaan Hari Tani Nasional Syngenta LDC di Kerawang, Kamis (24/9/26).

“Ningrat ini ternyata mempunyai eh kespesifikan yaitu tahan air ya. Maksudnya tahan air itu berarti saya langsung bilang wah ini bisa jadi salah satu solusi di mana kondisi saat ini iklim yang cukup ekstrim el nino, gozila ini di beberapa tempat sudah mengalami kekeringan,” ujarnya.

Widiastuti mengatakan, saat ini air sudah banyak berkurang di tengah kondisi iklim yang cukup ekstrem. Sementara itu, sarana irigasi yang ada juga banyak mengalami kerusakan.

Di sisin lain, Presiden Prabowo Subianto meminta agar tetap menggencarkan pertanian, peningkatan produktivitas, menjaga kestabilan pangan, dan mencapai target swasembada pangan secara berkelanjutan.

“Sedangkan kita sesuai dengan arahan bapak presiden tetap gencarkan untuk sisi pertanian, peningkatan produktivitas, menjaga kestabilan pangan, dan tercapainya target terus berkelanjutan swasembada pangan,” katanya.

Karena itu, Widiastuti mengapresiasi PT Syngenta Indonesia yang telah menghadirkan inovasi benih unggul untuk mendukung produktivitas pertanian di tengah keterbatasan air.

Pada malam puncak diadakan acara Gala Dinner & Appreciation Night di Hotel Resinda, Karawang dilakukan MoU untuk pengembanvan petani muda dan pendampingan budidaya padi berbasis kolaborasi multi pihak, serta pemberian apresiasi kepada pahlawan pangan

Sebagai informasi, Syngenta Indonesia meluncurkan benih padi hibrida Ningrat (NK2133) di Pasuruan, Jawa Timur, pada 28 Agustus 2025. Benih tersebut dihadirkan untuk mendukung peningkatan produktivitas padi sekaligus memperkuat swasembada beras nasional.

Ningrat NK2133 memiliki tiga keunggulan utama, yakni lebih bening, lebih berat, dan lebih tangguh. Benih ini memiliki produktivitas rata-rata 10,80 ton per hektare dengan potensi mencapai 13,9 ton per hektare.

Selain itu, Ningrat NK2133 memiliki ketahanan terhadap sejumlah hama dan penyakit utama, seperti wereng batang coklat, hawar daun bakteri, dan blas daun

Tiga obat perlindungan tanaman yaitu Biostimulan Cuprinomac yang mendapat Rekor MURI, Miravis untuk fungisida dan Incipio berupa insektisida.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *